Saturday, August 20, 2016

PANDUAN CARA BERMAIN JUDI BOLA ONLINE



M8WIN sebagai Agen Judi Bola Online akan membahas mengenai Panduan Cara Bermain taruhan Judi Bola Online bagi para pemula yang sama sekali tidak mengerti bagaimana cara bermain taruhan pada Judi Bola Online. Bisa anda lihat pada gambar yang tertera diatas dan beserta penjelasannya yang lengkap berdasarkan warna-warna yang terdapat pada gambar yng telah ditandai sebelumnya dibawah ini, yaitu :

1. Lingkaran Berwarna Biru.

Pada lingkaran berwarna biru ini menjelaskan bahwa dalam suatu pertandingan sepakbola yang terdapat di bursa taruhan pada Judi Bola Online selalu ada tim yang lebih diunggulkan yang diberi warna tulisan Merah seperti contoh pada gambar diatas di mana pada pertandingan AS Roma vs Spezia, dimana tulisan AS Roma berwarna merah pada bursa taruhan tersebut, yang berarti di dalam pasar taruhan pada pertandingan tersebut tim AS Roma lebih diunggulkan untuk memenangi pertandingan tersebut.

2. Lingkaran Berwarna Kuning.

Pada lingkaran berwarna kuning dari gambar diatas ini menjelaskan bahwa itu merupakan Fur dari pertandingan yang berlangsung tersebut seperti contoh di atas AS Roma vs Spezia dimana angka 1-1.5 yang ditandai dengan Lingkaran berwarna kuning itu menunjukkan bahwa tim AS Roma memberikan Fur kepada Spezia yang bertindak sebagai tim tamu sebesar 1-1.5 dan perlu anda ketahui dalam tulisan angka fur suatu tim bisa anda lihat dibawah ini selengkapnya :

- 0 : jika angka Fur pada bursa taruhan pada suatu pertandingan Judi Bola Online adalah 0 = maka pada pertandingan tersebut murni berimbang antara kedua tim yang bertanding namun tetap ada tim yang diunggulkan pada pertandingan tersebut. Jika Hasil pertandingan berakhir dengan skor seri tanpa ada yang menang dan kalah, taruhan yang anda lakukan akan dikembalikan karena tidak terdapat pemenang.

- 0-0.5 = 1/4 : Jika angka Fur adalah 0-0.5 itu sama dengan 1/4 .Jika pada hasil pertandingan berakhir imbang, maka pemain yang melakukan taruhan pada tim yang memberikan fur akan kalah 1/2 dari jumlah taruhannya dan pada pemain yang melakukan taruhan pada tim yang diberi fur maka akan memenangkan 1/2 dari jumlah taruhan yang dilakukan oleh pemain tersebut.

- 0.5 = 1/2 : Jika angka Fur adalah 0.5 itu sama dengan 1/2. Jika hasil pertandingan tim yang memberikan fur menang, maka pemain yang melakukan taruhan pada tim yang memberi fur akan menang penuh dari jumlah taruhan yang dia lakukan, dan sebaliknya pada pemain yang melakukan taruhan pada tim yang menerima/menyimpan fur akan kalah sejumlah taruhan yang pemain itu lakukan tersebut. Dan jika hasil pertandingan tersebut berakhir imbang / seri, maka pemain yang melakukan taruhan pada tim yang menyimpan Fur akan memenangkan taruhannya sejumlah yang pemain itu taruhkan.

- 0.5-1 = 3/4 : Jika angka Fur adalah 0.5-1 itu sama dengan 3/4. Jika hasil pertandingan misalnya tim yang memberikan fur menang dengan skor selisih 1 gol seperti 3-2 / 2-1/ 1-0. maka pemain yang melakukan taruhan di tim yang memberikan fur akan memenangkan setengah dari jumlah taruhan yang dia lakukan dan sebaliknya pemain yang bertaruh pada tim yang menyimpan fur akan mengalami kekalahan setengah dari total taruhan yang dilakukan. Dan jika Skor akhir hasil pertandingan dengan selisih 2 gol bagi tim yang memberikan fur seperti contoh 2-0 / 3-1 / 4-2 , maka pemain yang melakukan taruhan pada tim yang memberi fur akan memenangkan penuh dari jumlah taruhan yang dilakukan dan sebaliknya pemain yang bertaruh pada tim yang menyimpan fur akan mengalami kekalahan penuh dari total taruhannya.

- 1 : Jika angka Fur adalah 1, Jika hasil pertandingan misalnya tim yang memberi fur menang dengan selisih gol satu, maka taruhan yang dilakukan akan dikembalikan karena tidak terdapat pemenang dari taruhan tersebut, minimal tim yang memberi fur harus menang dengan selisih dua gol untuk bisa memenangkan taruhan yang dilakukan.

- 1-1.5 : Jika angka Fur adalah 1-1.5 itu sama dengan 1 1/4 dimana tim yang memberikan fur 1 1/4 tersebut harus memenangkan pertandingan dengan minimal selisih dua gol untuk memenangkan taruhannya secara penuh, dan jika tim yang memberikan fur hanya menang dengan selisih gol satu maka pemain yang melakukan taruhan pada tim yang memberi fur akan kalah setengah dari total taruhan yang dilakukan, sebaliknya bagi pemain yang menerima fur / menyimpan fur  tersebut akan memenangkan setengah dari total taruhannya. Jika pemain yang menyimpan fur kalah dengan selisih dua gol, maka pemain yang menyimpan fur akan kalah penuh dari taruhannya.

- 1.5 = Jika angka fur adalah 1.5 itu sama dengan 1 1/2 dimana tim yang memberikan fur 1 1/2 tersebut harus memenangkan pertandingan dengan minimal selisih dua gol untuk memenangkan taruhannya secara penuh, dan jika tim yang memberikan fur hanya menang dengan selisih gol satu maka pemain yang melakukan taruhan pada tim yang memberi fur akan kalah penuh dari total taruhan yang dilakukan, sebaliknya bagi pemain yang menerima fur / menyimpan fur  tersebut akan memenangkan penuh dari total taruhannya. Jika pemain yang menyimpan fur kalah dengan selisih dua gol, maka pemain yang menyimpan fur akan kalah penuh dari taruhannya.

- 1.5-2 = Jika angka fur adalah 1.5 - 2 itu sama dengan 1 3/4 dimana tim yang memberikan fur 1 3/4 tersebut harus memenangkan pertandingan dengan selisih tiga gol untuk memenangkan taruhannya secara penuh, dan jika tim yang memberikan fur hanya menang dengan selisih dua gol  maka pemain yang melakukan taruhan pada tim yang memberi fur akan menang setengah dari total taruhan yang dilakukan, sebaliknya bagi pemain yang menerima fur / menyimpan fur  tersebut akan akan kalah setengah dari taruhannya.

- 2 = Jika angka fur adalah 2, Jika hasil pertandingan misalnya tim yang memberi fur menang dengan selisih gol satu, maka taruhan yang dilakukan akan dikembalikan karena tidak terdapat pemenang dari taruhan tersebut, minimal tim yang memberi fur harus menang dengan selisih dua gol untuk bisa memenangkan taruhan yang dilakukan.

3. Lingkaran Berwarna Merah.

Pada lingkaran berwarna Merah itu merupakan pasar taruhan Over/Under ( Jumlah total gol dalam suatu pertandingan). Pada contoh gambar diatas Over/Under untuk pertandingan AS Roma vs Spezia adalah 2.5-3 yang berarti jumlah total gol suatu pertandingan harus melebihi ataupun kurang dari pasaran yang telah dibuka di bursa taruhan Over/ Under. jika pemain melakukan taruhan pada Over 2.5-3 dan hasil pertandingannya misalnya berakhir dengan skor 2-1 maka jumlah total gol pada pertandingan tersebut adalah 3 gol dan hasilnya adalah Over. Para pemain yang melakukan taruhan di Over 2.5-3 akan memenangkan taruhannya setengah dan pemain yang melakukan taruhan pada Under 2.5-3 akan mengalami kekalahan setengah dari taruhannya . Dan jika hasil pertandingan hanya berakhir dengan total dua gol, maka pemain yang melakukan taruhan pada Over 2.5-3 akan mengalami kekalahan taruhan penuh, sedangkan pemain yang melakukan taruhan pada Under 2.5-3 akan memenangkan taruhannya secara penuh.

4. Lingkaran Berwarna Orange.


Pada lingkaran berwarna orange itu menandakan pertandingan dua babak sampai habis dan di bawah kolom tanda babak 2 terdapat pasaran taruhan untuk 2 babak atau biasa disebut pertandingan full time.

5. Lingkaran Berwarna Hitam.

Pada lingkaran berwarna Hitam itu menandakan pasaran taruhan di OE dimana OE itu merupakan Odds(Ganjil) / Even(Genap) yang artinya hasil pertandingan suatu match berupa Ganjil (Odds), genap (even).Pada gambar di samping yang ditandai dengan lingkaran warna hitam dapat anda lihat bursa taruhan dari Odds / Even yang hanya di tulis O dann E dimana samping tulis 0 dan E itu merupakan bursa taruhannya.

6. Lingkaran Berwarna Putih.

Pada lingkaran berwarna putih menunjukkan tulisan Babak pertama. Dimana pada kolom Babak 1 seperti gambar diatas itu terdiri dari pasaran dari HDP, OU, 1x2. HDP = Handicap, OU = Over/Under , 1x2 = Pick Team Who Won, or Draw untuk babak 1.

7. Lingkaran Berwarna Pink.

Pada lingkaran berwarna Pink itu menunjukkan Pasaran Perth Glory Vs Melbourne Victory dimana terdapat bursa taruhan seperti pada gambar diatas Melbourne Vicotry memberikan fur sebesar 0.5-1 @1.08 dan Perth Glory mendapatkan fur 0.5-1 @-1.19. Artinya jika pemain melakukan taruhan pada Melbourne Victory dengan memberikan fur sebesar 0.5-1, jika hasil pertandingan akhir Melbourne Victory menang dengan selisih satu gol, maka pemain yang melakukan taruhan pada Melbourne Victory menang setengah dari total taruhannya misalnya pemain melakukan taruhan sebesar 100.000, maka @1.08 x 50.000 = 54.000. Hasil 54.000 tersebut merupakan hasil kemenangan dari pemain yang memasang taruhan di Melbourne Victory. Dan jika pemain melakukan pemasangan taruhan pada Perth Glory akan kalah setengah seperti @-1.19 x 50.000 = 58.000 adalah total kekalahan dari pemain yang melakukan bet di Perth Glory. Dan jika hasil pertandingan berakhir dengan selisih 2 gol, maka pemain yang melakukan taruhan di Melbourne Victory akan memenangkan taruhannya penuh contoh @1.08 x 100000 = 108.000 adalah hasil kemenangan bagi pemain yang melakukan taruhan di Melbourne Victory dan sebaliknya bagi pemain yang melakukan taruhan di Perth Glory akan kalah penuh seperti @-1.19 x 100.000 = 119.000 akan kalah sebesar angka tersebut.

8. Lingkaran Berwarna Ungu.

Pada tanda lingkaran berwarna ungu itu sama menunjukkan Ods taruhan pada Over/ Under dimana pada contoh gambar diatas itu jika memegang Ods Over terkena  @-1.18 dan memegang Under terkena @1.05. Penjelasannya sama seperti penjelasan tanda lingkaran berwarna Pink,

9. Lingkaran Berwarna Hijau.

Pada lingkaran berwarna hijau ini menunjukan di kolom 1x2 yang berarti memegang tim yang menang dan draw. Contohnya pada gambar diatas lingkaran berwarna hijau itu terdapat 1x2 pada kolom Full Time, yaitu dengan Ods @4.30 Jika memilih Perth Glory Menang, Ods @1.81 jika memilih Melbourne Victory menang dan @3.40 itu memilih hasilnya seri/draw. Pada match 1x2 juga terdiri dari dua babak dapat dilihat pada Kolom diatas Babak 2 dan Babak 1. Ods taruhan 1x2 sesuai dengan baris yang tersedia.

Demikianlah pembahasan mengenai Panduan Cara Bermain Bola yang kami jelaskan kepada para member yang belum mengerti bagaimana caranya Bermain di taruhan Judi Bola Online. Kami juga merupakan Agen Judi Casino dan Poker Online yang menyediakan permainan Judi Casino Online yang bisa anda mainkan seperti Baccarat, Blackjack, Sicbo, Roulette, Dragon Tiger, Slots dan Poker.

Friday, August 19, 2016

WATFORD MEREKRUT PEREYRA


M8WIN akan menceritakan berita sepakbola mengenai Watford merekrut Pereyra. Pemain berusia 25 tahun itu telah menandatangani kontrak lima tahun di Vicarage Road, menjadi pemain kedua yang dikontrak klub Jumat setelah akuisisi bek Younes Kaboul

Watford telah menandatangani Roberto Pereyra dari Juventus setelah menyetujui kontrak lima tahun dengan gelandang.

sisi Walter Mazzarri ini telah lama dikaitkan dengan kepindahan untuk internasional Argentina dan akhirnya menyelesaikan penangkapan 25 tahun pada hari Jumat.

Pereyra, yang penandatanganan kedua Watford hari setelah akuisisi Younes Kaboul dari Sunderland, harus menunggu izin kerja yang akan diberikan sebelum ia tersedia untuk seleksi.

Selama dua musim di Juve Pereyra memenangkan berturut gelar Serie A dan Coppa Italia, mencetak enam gol dalam 68 penampilan.

bentuk klub Pereyra melihat dia diakui secara internasional oleh mantan bos Argentina Gerardo Martino, dan dia sejak telah memenangkan 10 caps termasuk dua di Copa América 2015.

Thursday, August 18, 2016

CARA PERHITUNGAN MIX PARLAY PADA TARUHAN OLAHRAGA


Kami dari M8win selaku Agen Judi Bola Online Terpercaya akan mencoba untuk membahas bagaimana cara perhitungan Mix Parlay yang bertujuan untuk membantu para pemain yang gemar bermain sepakbola yang masih belum mengerti bagaimana perhitungannya dalam Mix Parlay.

Langsung aja kita akan membahasnya dengan foto-foto yang terdapat di bawah ini diantaranya :



Dari gambar diatas bisa kita lihat disana ada Mix Parlay dengan jumlah total 5 pertandingan yang dilakukan, dimana ada satu pertandingan yang dengan status menang setengah, dan ada satu pertandingan juga dengan kalah setengah, dan tiga pertandingan lainnya dengan status menang full.

Cara menghitung mix parlay dari gambar di atas yaitu :

1. Chelsea vs West Ham United dengan Ods 1,83 ( Won = menang full )
2. Aalborg vs Esbjerg dengan Ods 1,80 ( Won Half = menang setengah )
3. Union Berlin vs Dynamo Dresden dengan Ods 1,92 ( Lose Half = Kalah setengah )
4. Breidablik vs Throttur Reykjavik dengan Ods 1,85 ( Won = menang full )
5. Nimes vs Lens dengan ods 2,01 ( Won = menang full)

Perhitungannya :(1,83 x (1,4) x (0,5) x 1,85 x 2,01 )  = 4,763 x 30.000 = 142.890.

Hasil 142.890 adalah kemenangan anda yang sudah termasuk modal taruhan anda 30.000 didalam. Jika ingin menghitung kemenangan bersih maka anda tinggal mengurangkan hasil 142.890 - 30.000 = 112.890 ( Ini merupakan kemenangan bersih yang anda peroleh dari taruhan anda )

- Perhitungan Partai Aalborg vs Esbjerg yang menang setengah dengan rumus yaitu dimana Partai yang menang setengah dengan Ods seperti gambar diatas yaitu : ((1,80 - 1 ) / 2 + 1) = 1,4

- Perhitungan Partai Union Berlin vs Dynamo Dresden dimana pada pertandingan tersebut dengan status kalah setengah dimana Ods sebelumnya yang dimiliki adalah 1,92, karena statusnya kalah setengah maka Ods 1,92 itu menjadi 0,5. Setiap pertandingan yang hasilnya kalah setengah, maka Odsnya berubah menjadi 0.5.


 - Jika ada pertandingan yang hasilnya draw, maka pertandingan tersebut dengan Ods yang dimiliki dianggap menjadi 1, atau pun bisa juga dianggap tidak di hitung lagi. Bisa kita lihat di gambar contoh dibawah ini.


Gambar diatas ada 6 pertandingan yang dilakukan dimana bisa anda lihat pada gambar diatas dengan status pertandingannya diantaranya :
1. Aalborg vs Esbjerg dengan Ods 1,87 ( Draw = Seri ).
2. Union Berlin vs Dynamo Dresden dengan Ods 1,97 ( Lose Half = Kalah setengah ).
3. Nimes vs Lens dengan Ods 2,14 ( Won = Menang Full).
4. Cagliari vs S.P.A.L. 2013 dengan Ods 1,80 ( Won = Menang Full ).
5. Chelsea vs West Ham United dengan Ods 1,87 ( Draw = Seri ).
6. Dinamo Bucuresti vs FC Voluntari dengan Ods 1,58 ( Won = Menang Full ).

Perhitungannya : ( (1) x (0,5) x 2,14 x 1,80 x (1) x 1,58 ) = 3,043 x 10.000 = 30.430.
Hasil 30.430 adalah kemenangan anda yang sudah termasuk modal taruhan anda 10.000 didalam. Jika ingin menghitung kemenangan bersih maka anda tinggal mengurangkan hasil 30.430 - 10.000 = 20.430 ( Ini merupakan kemenangan bersih yang anda peroleh dari taruhan anda ).

Demikian pembahasan mengenai Cara perhitungan Mix Parlay dalam taruhan Olahraga. Semoga dapat bermanfaat bagi para pemain yang belum paham akan perhitungannya.

Tuesday, November 10, 2015

SEORANG PRAMUGARI DI KAMAR GANTI


M8WIN - Aku adalah mahasiswi disebuah universitas swasta di kota “S”, nama initialku Rus, dan aku pernah mengirimkan cerita “Rahasiaku” kepada situs ini. Awal mula aku mengalami Making Love dengan seorang wanita yang mengubah orientasi seksualku menjadi seorang biseksual, aku mengalami percintaan sesama jenis ketika usiaku 20 tahun dengan seorang wanita berusia 45 tahun, entah mengapa semuanya terjadi begitu saja terjadi mungkin ada dorongan libidoku yang ikut menunjang semua itu dan semua ini telah kuceritakan dalam “Rahasiaku.”

Wanita itu adalah Ibu Kos-ku, ia bernama Tante Maria, suaminya seorang pedagang yang sering keluar kota. Dan akibat dari pengalaman bercinta dengannya aku mendapat pelayanan istimewa dari Ibu Kos-ku, tetapi aku tak ingin menjadi lesbian sejati, sehingga aku sering menolak bila diajak bercinta dengannya, walaupun Tante Maria sering merayuku tetapi aku dapat menolaknya dengan cara yang halus, dengan alasan ada laporan yang harus kukumpulkan besok, atau ada test esok hari sehingga aku harus konsentrasi belajar, semula aku ada niat untuk pindah kos tetapi Tante Maria memohon agar aku tidak pindah kos dengan syarat aku tidak diganggu lagi olehnya, dan ia pun setuju. Sehingga walaupun aku pernah bercinta dengannya seperti seorang suami istri tetapi aku tak ingin jatuh cinta kepadanya, kadang aku kasihan kepadanya bila ia sangat memerlukanku tetapi aku harus seolah tidak memperdulikannya. Kadang aku heran juga dengan sikapnya ketika suaminya pulang kerumah mereka seakan tidak akur, sehingga mereka berada pada kamar yang terpisah.
Hingga suatu hari ketika aku pulang malam hari setelah menonton bioskop dengan teman priaku, waktu itu jam sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam, karena aku mempunyai kunci sendiri maka aku membuka pintu depan, suasana amat sepi lampu depan sudah padam, kulihat lampu menyala dari balik pintu kamar kos pramugari itu,

“Hmm.. ia sudah datang,” gumamku, aku langsung menuju kamarku yang letaknya bersebelahan dengan kamar pramugari itu. aku bersihkan wajahku dan berganti pakaian dengan baju piyamaku, lalu aku menuju ke pembaringan, tiba-tiba terdengar rintihan-rintihan yang aneh dari kamar sebelah. Aku jadi penasaran karena suara itu sempat membuatku takut, kucoba memberanikan diri untuk mengintip kamar sebelah karena kebetulan ada celah udara antara kamarku dengan kamar pramugari itu, walaupun ditutup triplek aku mencoba untuk melobanginya, kuambil meja agar aku dapat menjangkau lubang udara yang tertutup triplek itu.

Lalu pelan pelan kutusukan gunting tajam agar triplek itu berlobang, betapa terkejutnya aku ketika kulihat pemandangan di kamar sebelahku. Aku melihat Tante Maria menindih seorang wanita yang kelihatan lebih tinggi, berkulit putih, dan berambut panjang, mereka berdua dalam keadaan bugil, lampu kamarnya tidak dipadamkan sehingga aku dapat melihat jelas Tante Maria sedang berciuman bibir dengan wanita itu yang mungkin pramugari itu. Ketika Tante Maria menciumi lehernya, aku dapat melihat wajah pramugari itu, dan ia sangat cantik wajahnya bersih dan mempunyai ciri khas seorang keturunan ningrat. Ternyata pramugari itu juga terkena rayuan Tante Maria, ia memang sangat mahir membuat wanita takluk kepadanya, dengan sangat hati-hati Tante Maria menjilati leher dan turun terus ke bawah. Bibir pramugari itu menganga dan mengeluarkan desahan-desahan birahi yang khas, wajahnya memerah dan matanya tertutup sayu menikmati kebuasan Tante Maria menikmati tubuhnya itu. Tangan Tante Maria mulai memilin puting payudara pramugari itu, sementara bibirnya menggigit kecil puting payudara sebelahnya. Jantungku berdetak sangat kencang sekali menikmati adegan itu, belum pernah aku melihat adegan lesbianisme secara langsung, walaupun aku pernah merasakannya. Dan ini membuat libidiku naik tinggi sekali, aku tak tahan berdiri lama, kakiku gemetaran, lalu aku turun dari meja tempat aku berpijak, walau aku masih ingin menyaksikan adegan mereka berdua.

Dadaku masih bergemuru. Entah mengapa aku juga ingin mengalami seperti yang mereka lakukan. Kupegangi liang vaginaku, dan kuraba klitorisku, seiring erangan-erangan dari kamar sebelah aku bermasturbasi sendiri. Tangan kananku menjentik-jentikan klitorisku dan tangan kiriku memilin-milin payudaraku sendiri, kubayangkan Tante Maria mencumbuiku dan aku membayangkan juga wajah cantik pramugari itu menciumiku, dan tak terasa cairan membasahi tanganku, walaupun aku belum orgasme tapi tiba-tiba semua gelap dan ketika kubuka mataku, matahari pagi sudah bersinar sangat terang.

Aku mandi membersihkan diriku, karena tadi malam aku tidak sempat membersihkan diriku. Aku keluar kamar dan kulihat mereka berdua sedang bercanda di sofa. Ketika aku datang mereka berdua diam seolah kaget dengan kehadiranku. Tante Maria memperkenalkan pramugari itu kepadaku,
“Rus, kenalkan ini pramugari kamar sebelahmu.”
Kusorongkan tangan kepadanya untuk berjabat tangan dan ia membalasnya,
“Hai, cantik namaku Vera, namamu aku sudah tahu dari Ibu Kos, semoga kita dapat menjadi teman yang baik.”

Kulihat sinar matanya sangat agresif kepadaku, wajahnya memang sangat cantik, membuatku terpesona sekaligus iri kepadanya, ia memang sempurna. Aku menjawab dengan antusias juga,
“Hai, Kak, kamu juga cantik sekali, baru pulang tadi malam.”
Dan ia mengangguk kepala saja, aku tak tahu apa lagi yang diceritakan Tante Maria kepadanya tentang diriku, tapi aku tak peduli kami beranjak ke meja makan. Di meja makan sudah tersedia semua masakan yang dihidangkan oleh Tante Maria, kami bertiga makan bersama. Kurasakan ia sering melirikku walaupun aku juga sesekali meliriknya, entah mengapa dadaku bergetar ketika tatapanku beradu dengan tatapannya.

Tiba-tiba Tante Maria memecahkan kesunyian,
“Hari ini Tante harus menjenguk saudara Tante yang sakit, dan bila ada telpon untuk Tante atau dari suami Tante, tolong katakan Tante ke rumah Tante Diana.”
Kami berdua mengangguk tanda mengerti, dan selang beberapa menit kemudian Tante Maria pergi menuju rumah saudaranya. Dan tinggallah aku dan Vera sang pramugari itu, untuk memulai pembicaraan aku mengajukan pertanyaan kepadanya,

“Kak Vera, rupanya sudah kos lama disini.”
Dan Vera pun menjawab, “Yah, belum terlalu lama, baru setahun, tapi aku sering bepergian, asalku sendiri dari kota “Y”, aku kos disini hanya untuk beristirahat bila perusahaan mengharuskan aku untuk menunggu shift disini.”

Aku mengamati gaya bicaranya yang lemah lembut menunjukan ciri khas daerahnya, tubuhnya tinggi semampai. Dari percakapan kami, kutahu ia baru berumur 26 tahun. Tiba-tiba ia menanyakan hubunganku dengan Tante Maria. Aku sempat kaget tetapi kucoba menenangkan diriku bahwa Tante Maria sangat baik kepadaku. Tetapi rasa kagetku tidak berhenti disitu saja, karena Vera mengakui hubungannya dengan Tante Maria sudah merupakan hubungan percintaan.
Aku pura-pura kaget,

“Bagaimana mungkin kakak bercinta dengannya, apakah kakak seorang lesbian,” kataku.
Vera menjawab, “Entahlah, aku tak pernah berhasil dengan beberapa pria, aku sering dikhianati pria, untung aku berusaha kuat, dan ketika kos disini aku dapat merasakan kenyamanan dengan Tante Maria, walaupun Tante Maria bukan yang pertama bagiku, karena aku pertama kali bercinta dengan wanita yaitu dengan seniorku.”

Kini aku baru mengerti rahasianya, tetapi mengapa ia mau membocorkan rahasianya kepadaku aku masih belum mengerti, sehingga aku mencoba bertanya kepadanya,
“Mengapa kakak membocorkan rahasia kakak kepadaku.”
Dan Vera menjawab, “Karena aku mempercayaimu, aku ingin kau lebih dari seorang sahabat.”
Aku sedikit kaget walaupun aku tahu isyarat itu, aku tahu ia ingin tidur denganku, tetapi dengan Vera sangat berbeda karena aku juga ingin tidur dengannya. Aku tertunduk dan berpikir untuk menjawabnya, tetapi tiba-tiba tangan kanannya sudah menyentuh daguku.

Ia tersenyum sangat manis sekali, aku membalas senyumannya. Lalu bibirnya mendekat ke bibirku dan aku menunggu saat bibirnya menyentuhku, begitu bibirnya menyentuh bibirku aku rasakan hangat dan basah, aku membalasnya. Lidahnya menyapu bibirku yang sedkit kering, sementara bibirku juga merasakan hangatnya bibirnya. Lidahnya memasuki rongga mulutku dan kami seperti saling memakan satu sama lain. Sementara aku fokus kepada pagutan bibirku, kurasakan tangannya membuka paksabaju kaosku, bahkan ia merobek baju kaosku. Walau terkejut tapi kubiarkan ia melakukan semuanya, dan aku membalasnya kubuka baju dasternya. Ciuman bibir kami tertahan sebentar karena dasternya yang kubuka harus dibuka melewati wajahnya.

Kulihat Bra hitamnya menopang payudaranya yang lumayan besar, hampir seukuran denganku tetapi payudaranya lebih besar. Ketika ia mendongakkan kepalanya tanpa menunggu, aku cium leher jenjangnya yang sexy, sementara tanggannya melepas bra-ku seraya meremas-remas payudaraku. Aku sangat bernafsu saat itu aku ingin juga merasakan kedua puting payudaranya. Kulucuti Bra hitamnya dan tersembul putingnya merah muda tampak menegang, dengan cepat kukulum putingnya yang segar itu. Kudengar ia melenguh kencang seperti seekor sapi, tapi lenguhan itu sangat indah kudengar. Kunikmati lekuk-lekuk tubuhnya, baru kurasakan saat ini seperti seorang pria, dan aku mulai tak dapat menahan diriku lalu kurebahkan Vera di sofa itu. Kujilati semua bagian tubuhnya, kulepas celana dalamnya dan lidahku mulai memainkan perannya seperti yang diajarkan Tante Maria kepadaku. Entah karena nafsuku yang menggebu sehingga aku tidak jijik untuk menjilati semua bagian analnya. Sementara tubuh Vera menegang dan Vera menjambak rambutku, ia seperti menahan kekuatan dasyat yang melingkupinya.

Ketika sedang asyik kurasakan tubuh Vera, tiba-tiba pintu depan berderit terbuka. Spontan kami berdua mengalihkan pandangan ke kamar tamu, dan Tante Maria sudah berdiri di depan pintu. Aku agak kaget tetapi matanya terbelalak melihat kami berdua berbugil. Dijatuhkannya barang bawaannya dan tanpa basa-basi ia membuka semua baju yang dikenakannya, lalu menghampiri Vera yang terbaring disofa. Diciuminya bibirnya, lalu dijilatinya leher Vera secara membabi buta, dan tanggannya yang satu mencoba meraihku. Aku tahu maksud Tante Maria, kudekatkan wajahku kepadanya, tiba-tiba wajahnya beralih ke wajahku dan bibirnya menciumi bibirku. aku membalasnya, dan Vera mencoba berdiri kurasakan payudaraku dikulum oleh lidah Vera.

Aku benar-benar merasakan sensasi yang luar biasa kami bercinta bertiga. Untung waktu itu hujan mulai datang sehingga lingkungan mulai berubah menjadi dingin, dan keadaan mulai temaram. Vera kini melampiaskan nafsunya menjarah dan menikmati tubuhku, sementara aku berciuman dengan Tante Maria. Vera menghisap klitorisku, aku tak tahu perasaan apa pada saat itu. Setelah mulut Tante Maria meluncur ke leherku aku berteriak keras seakan tak peduli ada yang mendengar suaraku. Aku sangat tergetar secara jiwa dan raga oleh kenikmatan sensasi saat itu.

Kini giliranku yang dibaringkan di sofa, dan Vera masih meng-oral klitorisku, sementara Tante Maria memutar-mutarkan lidahnya di payudaraku. Akupun menjilati payudara Tante Maria yang sedikit kusut di makan usia, kurasakan lidah-lidah mereka mulai menuruni tubuhku. Lidah Vera menjelejah pahaku dan lidah Tante Maria mulai menjelajah bagian sensitifku. Pahaku dibuka lebar oleh Vera, sementara Tante Maria mengulangi apa yang telah dilakukan Vera tadi, dan kini Vera berdiri dan kulihat ia menikmati tubuh Tante Maria. Dijilatinya punggung Tante Maria yang menindihku dengan posisi 69, dan Vera menelusuri tubuh Tante Maria. Tetapi kemudian ia menatapku dan dalam keadaan setengah terbuai oleh kenikmatan lidah Tante Maria.

Vera menciumi bibirku dan aku membalasnya juga, hingga tak terasa kami berjatuhan dilantai yang dingin. Aku sangat lelah sekali dikeroyok oleh mereka berdua, sehingga aku mulai pasif. Tetapi mereka masih sangat agresif sekali, seperti tidak kehabisan akal Vera mengangkatku dan mendudukan tubuhku di kedua pahanya, aku hanya pasrah. Sementara dari belakang Tante Maria menciumi leherku yang berkeringat, dan Vera dalam posisi berhadapan denganku, ia menikmatiku, menjilati leherku, dan mengulum payudaraku. Sementara tangan mereka berdua menggerayangi seluruh tubuhku, sedangkan tanganku kulingkarkan kebelakang untuk menjangkau rambut Tante Maria yang menciumi tengkuk dan seluruh punggungku.

Entah berapa banyak rintihan dan erangan yang keluar dari mulutku, tetapi seakan mereka makin buas melahap diriku. Akhirnya aku menyerah kalah aku tak kuat lagi menahan segalanya aku jatuh tertidur, tetapi sebelum aku jatuh tertidur kudengar lirih mereka masih saling menghamburkan gairahnya. Saat aku terbangun adalah ketika kudengar dentang bel jam berbunyi dua kali, ternyata sudah jam dua malam hari. Masih kurasakan dinginnya lantai dan hangatnya kedua tubuh wanita yang tertidur disampingku. Aku mencoba untuk duduk, kulihat sekelilingku sangat gelap karena tidak ada yang menyalakan lampu, dan kucoba berdiri untuk menyalakan semua lampu. Kulihat baju berserakan dimana-mana, dan tubuh telanjang dua wanita masih terbuai lemas dan tak berdaya. Kuambilkan selimut untuk mereka berdua dan aku sendiri melanjutkan tidurku di lantai bersama mereka. Kulihat wajah cantik Vera, dan wajah anggun Tante Maria, dan aku peluk mereka berdua hingga sinar matahari datang menyelinap di kamar itu.

Pagi datang dan aku harus kembali pergi kuliah, tetapi ketika mandi seseorang mengetuk pintu kamar mandi dan ketika kubuka ternyata Vera dan Tante Maria. Mereka masuk dan di dalam kamar mandi kami melakukan lagi pesta seks ala lesbi. Kini Vera yang dijadikan pusat eksplotasi, seperti biasanya Tante Maria menggarap dari belakang dan aku menggarap Vera dari depan. Semua dilakukan dalam posisi berdiri. Tubuh Vera yang tinggi semampai membuat aku tak lama-lama untuk berciuman dengannya aku lebih memfokuskan untuk melahap buah dadanya yang besar itu. Sementara tangan Tante Maria membelai-belai daerah sensitif Vera. Dan tanganku menikmati lekuk tubuh Vera yang memang sangat aduhai. Percintaan kami dikamar mandi dilanjutkan di ranjang suami Tante Maria yang memang berukuran besar, sehingga kami bertiga bebas untuk berguling, dan melakukan semua kepuasan yang ingin kami rengkuh. Hingga pada hari itu aku benar-benar membolos masuk kuliah.

Hari-hari berlalu dan kami bertiga melakukan secara berganti-ganti. Ketika Vera belum bertugas aku lebih banyak bercinta dengan Vera, tetapi setelah seminggu Vera kembali bertugas ada ketakutan kehilangan akan dia. Mungkin aku sudah jatuh cinta dengan Vera, dan ia pun merasa begitu. Malam sebelum Vera bertugas aku dan Vera menyewa kamar hotel berbintang dan kami melampiaskan perasaan kami dan benar-benar tanpa nafsu. Aku dan Vera telah menjadi kekasih sesama jenis. Malam itu seperti malam pertama bagiku dan bagi Vera, tanpa ada gangguan dari Tante Maria. Kami bercinta seperti perkelahian macan yang lapar akan kasih sayang, dan setelah malam itu Vera bertugas di perusahaan maskapai penerbangannya ke bangkok.

Entah mengapa kepergiannya ke bandara sempat membuatku menitikan air mata, dan mungkin aku telah menjadi lesbian. Karena Vera membuat hatiku dipenuhi kerinduan akan dirinya, dan aku masih menunggu Vera di kos Tante Maria. Walaupun aku selalu menolak untuk bercinta dengan Tante Maria, tetapi saat pembayaran kos, Tante Maria tak ingin dibayar dengan uang tetapi dengan kehangatan tubuhku di ranjang. Sehingga setiap satu bulan sekali aku melayaninya dengan senang hati walaupun kini aku mulai melirik wanita lainnya, dan untuk pengalamanku selanjutnya kuceritakan dalam kesempatan yang lain.

Monday, November 9, 2015

THREESOME


M8WIN - Kisah ini berawal dari nafsuku yang boleh dibilang ugal-ugalan. Bagaimana tidak, disaat usiaku yang mencapai 29 tahun, sekarang ini inginnya ML (bersetubuh) terus tiap hari dengan istriku (inginnya 3 kali sehari). Dan para netters duga, pasti seorang istri tidak hanya menginginkan kepuasan seksual setiap waktu, akan tetapi juga kerja mengurus rumah lah, mengurus anak lah dan lain-lain banyaknya. Sehingga nyaris istriku juga sering keberatan kalau tiap malam bersetubuh terus, dan aku juga kasihan padanya. Setiap kali bercinta, istriku bisa 3 kadang 4 kali orgasme dan aku sendiri kadang tidak ejakulasi sama sekali karena istriku keburu lelah duluan. Paling setelah istriku tertidur pulas kelelahan, aku langsung pindah ke meja kerjaku dan menyalakan PC, lalu memutar Blue Film dan aku lanjutkan dengan self service. Setelah puas, aku baru menyusul istriku yang tertidur, dan jika tengah malam aku terjaga dan kudapati “pusakaku” berdiri, aku ulangi lagi hingga aku benar-benar lelah dan tertidur.

Aku sendiri sangat bergairah apabila melihat tante-tante yang umumnya mereka lebih dewasa, lebih pintar dan telaten dalam urusan ranjang. Bahkan aku dalam melakukan onani sering membayangkan dengan tante-tante tetanggaku yang umumnya genit-genit. Begitu hingga suatu saat, aku mendapat pengalaman bercinta yang amat berkesan dalam sejarah kehidupan seksualku.Ceritanya berawal pada saat temanku mengajak karaoke di kawasan wisata prigen dan sebelumnya aku belum pernah masuk ke kawasan semacam itu. Kami bertiga pesan ruang utama yang mempunyai pintu sendiri dan ruangan itu terpisah dengan yang lainnya selama tiga jam penuh.

“Eh, Eko emangnya Elo udah booking cewek untuk nemenin Kita..?” tanyaku pada Eko, salah seorang dari kawanku.
“Sabaarrr Boss, entar Adi juga bawain tuh cewek..” tukasnya.
Sepuluh menit kemudian, saat aku akan menyulut Djarum 76-ku, merapatlah sebuah Kijang dan Civic Wonder berjejeran ke hadapanku dan Eko. Kalau Kijang itu aku kenal, itu adalah Kijang-nya si Adi dan keluar dua orang ABG yang berdandan Ahooyy. Berdesir darah lelakiku melihat dua orang ABG itu. Bagaimana tidak, pakainnya super ketat dan sangat menonjolkan bukit-bukit indah di dada dan pantatnya. Akan tetapi, aku tidak kenal dengan Civic itu. Aku melihat di dalamnya ada seorang cewek ABG dan seorang lagi wanita sekitar 35 tahun (menurut taksiranku dari raut wajahnya).
Eko yang rupanya kenal baik dengan kedua wanita itu langsung menyambut dan membukakan pintu, lantas memperkenalkannya kepadaku.

“Lisa..” seru tante itu disambut uluran tangannya padaku.
“Inneke..” sahut gadis manis disampingnya.
Singkat cerita, kami sudah mulai bernyanyi, berjoget dan minum-minum bersama, entah sudah berapa keping VCD Blue Dangdut yang kami putar. Aku melihat Eko dan Adi mulai mendekati sudut ruangan, dan entah sudah berapa lama ceweknya orgasme karena oral yang mereka lakukan. Sementara aku sendiri agak kaku dengan Lisa dan Inneke. Kami pun tetap bernyanyi-nyanyi, meskipun syairnya awur-awuran karena desakan birahi akibat pertunjukan BF di depan kami.
Aku sendiri duduk di dekat Lisa, sementara Inneke serius menyanyikan lagu-lagu itu. Tante Lisa sendiri sudah habis satu pak A-mild-nya, sementara aku melihat wajah Inneke yang merah padam dan kadang nafasnya terengah pelan karena menahan gejolak yang ia saksikan di layar 29 inch itu. Tiba giliranku untuk mengambil mike dari Inneke, aku bangkit mengambil mike itu dari tangan Inneke dan mengambil duduk di antara Inneke dan Lisa. Pengaruh minumanku dan XTC yang mereka telan membuat kami jatuh dalam alunan suasana birahi itu.

“Boy.., I want your sperm tonight Honey…” bisik Lisa lirih di telingaku, sementara tangan kirinya meraba selangkanganku.
Inneke yang sudah meletakkan pet aqua-nya mengambil sikap yang sama padaku. Dia malah mulai memainkan ujung lidahnya di telinga. Hangat nafas dan harum kedua wanita itu membuatku terbuai dalam alunan melodi birahi yang sudah aku rasakan menjalar menelusuri selangkanganku. Perlahan namun pasti, kejantananku menegak dan kencang, sehingga Lee Cooper-ku rasanya tidak muat lagi, apalagi saat meneganggnya salah jalur dan sedikit melenceng.

“Lho kok.. bengkok punyamu Say..?” tanya Lisa padaku pura-pura seperti seorang amatiran saja.
Belum sempat aku menjawab, buru-buru Inneke membuka zipper dan CD-ku, lantas mengeluarkan isinya.

“Gini lho Tan… mintanya dilurusin, Mas Boy ini..” kata Inneke diikuti penundukkan kepalanya ke arah selangkanganku.
“Aaakkhhh…” pekikku tertahan saat Inneke spontan mulai mengulum kepala penisku ke dalam mulutnya dikombinaksikan dengan sedotan dan jilatan melingkar lidah.
Spotan kedua kakiku menegang dan membuka lebih lebar lagi untuk memudahkan oral Ineke.
“Ooookh My Godd… ssshhh… aakkk…” desahku.

Seluruh tubuhku bergetar dan terasa disedot seluruh sumsun tulangku lewat lubang penisku. Permainan Inneke betul-betul professional, sampai-sampai dentuman musik itu sepertinya tidak kudengar lagi, karena telingaku juga berdesir kencang. Ujung penisku betul-betul ngilu, hangat, geli dan perasaan birahi bercampur jadi satu disana. Lisa lantas membuka kancing kemeja Hawai-ku dan mundaratkan mulut indahnya di puting susu kiriku, sementara puting kanan dimainkan oleh telunjuk dan jempol kirinya.

“Aaakkk… mmmhhh…” desahku tidak menentu.
Aku betul-betul tidak tahan menikmati sensasi ini.
“Gila.., inilah penyelewenganku yang pertama dan dimanja oleh dua orang wanita sekaligus…” bisikku dalam hati.
Aku semakin tidak tahan saja, lalu kurengkuh leher Lisa dan kudekatkan bibirku, kujulurkan lidahku menyapu seluruh rongga mulutnya dan sesekali kuhisap dalam-dalam bibir bawahnya yang sangaat menawan itu. Ini karena jujur saja, aku lebih bergairah dengan Tante Lisa, meskipun sudah hampir mencapai kepala 4 itu (dalam perbincangan kami, akhirnya aku tahu juga umur Lisa, meskipun tidak pasti segitu bahkan bisa lebih).

Badanku lantas kumiringkan dan bersandar pada sofa.
Bukit indah Tante Lisa adalah tujuanku dan benar saja, berapa saat kemudian, “Oookkkhhh… Nimaaatthh… Sayyy… seddooottthhh… terrruuusshhh…” desah Lisa terengah-engah.
Sedotanku kukombinasikan dengan pelintiran jempol dan telunjuk kiriku, sesekali kuputar-putar putingnya dengan telapak tanganku.

“Ssshhh… terussshhh… Sayyy…” Lisa mendesis seperti ular.
Tiba-tiba, “Teeettt..,” suara bel mengejutkan kami, pertanda sepuluh menit lagi akan berakhir.
Aku melihat Adi dan Eko tersandar kelelahan, dan kulihat ada sisa sperma menentes dari ujung penis-nya yang mulai mengkerut.

“Udahan dulu ya Tante.., In..,” pintaku pada mereka.
“Emmhhh… Oke…” jawab mereka dengan nada sedikit keberatan.
Kami pun turun, aku berpisah dengan Adi dan Eko, entah kemana mereka melanjutkan petualangan birahinya. Dan kami pun sudah masuk ke Civic Lisa.
“Kemana Kita nich..?” tanyaku sok bloon seraya menghidupkan mesin.
“Kita lanjutin di hotel yuk Ke..!” ajak Tanta Lisa kepada Inneke.

“Baik Tan… Kita ke hotel **** (edited) yang punya whirpool di kamarnya.” sahut Inneke.
Rupanya Tante Lisa adalah seorang eksekutif, karena itu ia pesan salah satu President Suit Room yang mana seumur-umur aku baru mesuk ke dalamnya. Kamarnya luas, kurang lebih 6 x 8 meter, beralaskan permadani coklat muda kembang-kembang dan dilengkapi whirpool yang menghadap ke arah kehijauan lembah. Kamar itu juga mempunyai sofa panjang di sebelah whirpool.
Begitu masuk, Tante Lisa lalu mengunci pintu, aku dan Inneke mengambil tempat duduk di sofa sebelah whirpool. Aku melingkarkan lenganku ke pundak Inneke, alunan musik malam pun semakin menambah romantis suasana.

“Innn…” bisikku mesra kepada Inneke mengawali percumbuanku.
Inneke yang sudah on berat itu langsung menyambut kecupanku, nafasnya terengah-engah, menandakan bahwa dia sangat menginginkan kehangatan, kenikmatan dan mengisi kekosongan ruang vaginanya yang terasa menggelitik dan lembab. Dengan sedikit tergesa, aku melepas CD-nya, lalu kurebahkan kepalanya di sandaran sisi sofa dan keletakkan pinggulnya tepat diselangkanganku.
“Sreett…” penisku mulai bereaksi saat pantatnya yang dingin menyentuh Lee Cooper-ku dan kulihat Inneke terpejam, sementara tangannya membetulkan rambutnya yang tergerai di sofa.

Aku mulai memainkan jari telunjukku di bibir luar vaginanya yang sudah mulai melelehkan cairan bening dari hulunya. Tidak ketinggalan, bibirku menghisap dalam-dalam dan sesekali kujepit putingnya dengan kedua bibirku lalu kutarik-tarik, sesekali kupilin-pilin dengan kedua bibirku.
“Wuuuaahhh… ssshhh… terussshhh… nikkkmatthhh…” desah Inneke keras-keras saat kuperlakukan seperti itu.

Tubuhnya kejang panas dan seluruh aliran darahnya kini memuncak. Sengaja aku tidak memasukkan telunjukku, karena untuk menstimulasi lebih intens lagi. Kami bercumbu dan sudah tidak ingat lagi apa yang dilakukan Lisa di kamar mandi yang begitu lama.
“Bentar Inn.., Aku pispot dulu yach..?” kataku sambil melepaskan cumbuanku.
“Emmhhh…” desah Inneke sedikit kesal.
Akan tetapi, aku melihat Inneke melanjutkan birahinya dengan dua jari. Aku sendiri berlari kecil menuju ke kamar kecil dan sesampai di pintu, aku kaget karena mendapati Tante Lisa lagi meregang orgasmenya.

“Aaakkkhhh… ssshhh… ssshhh…” desah Tante Lisa, matanya mendelik merem melek.
Tampaknya vibrator mutiara itu masih bekerja, sehingga saat aku kencing, Lisa pun tidak melihatku.
“Boyyy…” sebuah panggilan lembut mengagetkan aku saat hendak meninggalkan kamar mandi itu.
“I… iii.. yaaa… Tan..?” sahutku agak kaget.
“Sini dooonggg..! Hangatin vagina Lisa dengan penis Kamu yang.., ookkhhh…” Tante Lisa terpekik saat vibrator itu ia cabut dari liang vaginanya.

Aku hampiri Tante Lisa di Bath tub itu dan aku baringkan tubuhku disana.
“Oh.., nikmat sekali mandi air hangat dikelonin tante seksi ini.” bisikku dalam hati.
Aku rengkuh lehernya dan kuberikan french kiss yang begitu mesra dan Tante Lisa pun membalas dengan ganas seluruh rongga mulutku, leher dan kadang puting susuku di hisapnya. Penisku yang terendam kehangatan air itu semakin maksimal saja. Selama tiga menit kami bercumbu, Tante Lisa nampaknya tidak dapat mengendalikan nafsunya.

“Mmmppphhh… oookkkhhh… setubuhi aku Boy..! Cepeeetthh..!” pinta Tante lisa sambil menggeliat seperti cacing kepanasan.
“Baik.. Lisss… Terima penisku yang panjaaanggg…” bisikku sambil memasukkan seluruh batang penisku pelan sekali.
“Oohhh… mmmppphhh… nikmatthh…” gumannya saat batang kejantananku mili per mili mulai menjejali rongga rahimnya.

“Kocokkhh.. yaacchhh… terussshhh… aaakhh… nimat bangeettthh..!” serunya ketika aku mulai mengosok-gosok pelan penisku.
Aku keluarkan kira-kira empat senti, lalu kukocok lima atau enam kali dengan cepat dan kusodokkan dalam-dalam pada kocokan ke tujuh. Rupanya usahaku tidak sia-sia untuk menstimulasi G-spot-nya.
“Aaakkkhhh… ooohhh… nimatthhnyaa… oookkkhhh Godd..!” teriaknya mengawali detik-detik orgasmenya.

Sepuluh detik kemudian, “Nnggghhh… aaakkkhhh… sshhhfff… ookkkhhh… Boyy… kocokk… lebih intens lagi Yannk..!” jerit Tante Lisa diiringi geliat liar tubuh indahnya.
Payudaranya diremas-remasnya sendiri, sementara aku tetap berpegangan pada sisi bathtub sambil mengocok lembut vaginanya.
“Akkhh…” teriakku pelan saat Tante Lisa menggigit pundakku karena aku masih saja mengocok penisku di vaginanya.

Rupanya Lisa sudah mulai ngilu.
Aku memeras tegang otot lenganku dan Tante Lisa sepertinya minta time out untuk mengatur nafas dan menghilangkan kengiluan di liang sengamanya. Aku meraih lehernya, lalu aku berdiri pada dua lututku dan Tante Lisa diam mengikuti apa yang akan kulakukan. Aku memondong Lisa dan tetap menjaga penisku tertanam dalam-dalam di vagina Tante Lisa yang mengapit kedua tungakainya ke pinggangku. Kami menghampiri Inneke yang juga lagi meregang orgasmenya dan Inneke tampaknya lebih liar dari pada Lisa, mungkin karena pengaruh XTC dan suasana yang penuh hawa birahi itu.
“Aaaoookkkhhh… ssshhh… aaakkkhhh… aaakkkhhh…” jerit Inneke keras sambil menghujam-hujamkan kedua jari kanannya.

Sementara tangan kirinya meremas dan memilin payudaranya dan sesekali ditekan serta diputar. Aku terkesima sejenak dengan pemandangan yang diciptakan Inneke itu dan aku mebayangkan akan lebih histeris lagi pasti jika yang keluar masuk itu adalah 15 cm penis kebanggaanku.
“Booyy… ayyyoook terusinn..!” pinta Tante Lisa diiringi goyangan lembut pinggulnya.
Ia tampaknya mulai bergairah kembali setelah melihat Inneke yang begitu histeris dan aku pun demikian ketika penisku hampir mengendor di Vagina Lisa. Aku maju selangkah dan mendudukkan Tante Lisa dari arah belakang sofa. Aku sendiri mengambil posisi berdiri untuk memudahkan eksplorasiku. Di lain pihak, Inneke yang sudah mengakhiri masturbasinya itu mengetahui kehadirna kami dan mengambil tempat di belakang Tante Lisa.
“Ookkhhh… Terusin Keee..!” pinta Tante Lisa saat Inneke menyibakkan rambutnya dan mulai mencumbui leher Tante Lisa.

Tidak ketinggalan, kedua telapak tangan Inneke menggoyang, memutar puting dan kadang-kadang dipilin lembut. Aku sepertinya merasakan apa yang Tante Lisa rasakan, darahnya mulai hangat, birahinya sudah memanas. Tubuh lisa bagaikan daging burger di antara aku dan Inneke, pinggulnya masih aktif menggoyang-goyang, kadang menghentak-hentak lembut.
“Oooaaakkkhhh… nngghhh… ohhhh… nngghhh… Kocok terushh… yaaa… iyaa… terusss..!” desah Tante Lisa keras saat aku tepat menstimulasi G-Spot-nya.
Nafasnya tersengal-sengal disela-sela lenguhan-lenguhan panjangnya, tubuh Tante Lisa menggeliat-geliat liar.

Inneke masih aktif membantu Tante Lisa menggapai surgawinya, kecupan-kecupan di belakang tubuh, leher, pinggang dan tiba-tiba Tante Lisa melenguh panjang diiringi percepatan hentakan pinggulnya. Aku semakin penasaran saja apakah yang dilakukan Inneke hingga Tante Lisa tampak lebih histeris lagi dari yang tadi. Kuraba raba punggung Lisa sambil kukulum mesra bibirnya, tanganku mulai turun ke arah pantatnya, kutekan kedua sisi bokongnya yang padat itu dan kuulir-ulir. Berawal dari situlah aku tahu rupanya telunjuk dan bibir Inneke memainkan peran di lubang anus Tante Lisa, telunjuknya yang berlumur vaselin itu keluar masuk lembut di vagina Tante Lisa.
“Oookkhhghh… Goddhh… Ke… truuusss… Yanng… oookkhhh, kontholll… akkhhh… sshhh…” ceracau Tante Lisa tidak beraturan, menjemput ambang orgasmenya.

Kedua lubang Tante Lisa terasa pejal dan hangat. Aku malah semakin terangsang oleh imajinasiku sendiri, aku lantas memeluk erat-erat Tante Lisa saat ia mulai mengencangkan lingkaran tangannya di tubuhku. Darahku juga mulai bergerak cepat menuju ke ujung syaraf di kepalaku, kupingku tidak lagi menghiraukan lenguhan dan desahan-desahan Tante Lisa.
“Oookkkhhh… Lissshhh… nikmathhh… vaginamu… Akkhhh..!” desahku saat birahiku kurasakan menjalar di seluruh tubuhku.

“Booyyy… Akuuu… mmmhhh… mauuu…” seru Tante Lisa menyambut orgasmenya.
Tubuhnya menegang, wajahnya merah merona, menambah cantiknya Tante kesepian ini, sementara bibirnya terkatup rapat.
“Sssebentar… Lissss… Kita keluar bareng…” bisikku yang kuiringi tempo kocokanku secara maksimal, yaitu kukeluarkan hampir sepanjang batangnya dan kubenamkan dalam-dalam di rahimnya.

Rupanya darahku tidak bertahan lama di syaraf-syarafku, hingga berdesir kencang meluncur melalui seluruh nadiku dan bermuara pada sebuah daging pejal di selangkanganku.
“Lisss… Aku nyammmppaaiii… uuaaakkkhhh… aaakkhhh.., aakhhh..,” desahku sambi memutar-mutar penisku yang tertanam maksimal di vagina Tante Lisa, sehingga rambut-rambutku yang disana juga menggelitik klitoris Tante Lisa.
“Sseerrr… serrr…” kurasakan cairan Tante Lisa mendahului orgasmeku, dan seditik kemudian, aku dan Lisa meregang nikmat.

Kami menjerit-jerit sensasional dan tidak khawatir orang lain mendengarnya. Tante Lisa histeris seperti orang kesetanan ketika telunjuk Inneke juga mempercepat kocokan di anusnya.
“Aaakkkhhhggh…” desah kami bersamaan mengakhiri nikmat yang tiada tara tadi dan juga baru kurasakan seumur hidupku.
Maniku meleleh di sela-sela pejalnya bnatang kejantananku yang masih manancap dalam di rahim Tante Lisa. Inneke tampaknya puas dengan hasil kerjanya, lalu ia memeluk Tante Lisa erat dan berbisik, “Enak khan Tannn..?”
Tante Lisa sendiri sudah lemas dan terkulai di atara aku dan Inneke, aku mengecup mesra Tante Lisa dan beralih kepada Inneke untuk memberikan stimulan birahi dalam dirinya yang juga mulai mendidih.

Kedua wanita itu memang hebat, yang tua histeris dan mampu menguasai diri dan yang muda histeris juga dan menuruti jiwa mudanya yang bergejolak. Tante Lisa tampaknya tidak dapat menahan rasa di tubuhnya, sehingga lunglai lemas tidak bertenaga. Inneke lantas membimbingnya melepas gigitan vaginanya dari penisku yang mulai mengendor ke arah ujung sofa untuk beristirahat. Kulihat wajah Tante Lisa amat puas bercampur dengan letih, akan tetapi semua beban birahinya yang tertahan selama dua minggu meledak lah sudah.

“Ooookkkhh… sssshh…” desis Tante Lisa saat penisku kutarik pelan dari gigitan vaginanya.
Aku melangkahi sofa dan duduk di sandarannya, lalu kubuka kedua pahaku. Tampaklah oleh Inneke sebuah meriam yang berlumur sperma masih setengah tegak.
“Oookkkhhh… gellliii… ssshhh… terusssss… Keee..!” pintaku pada Inneke saat ia mulai mengulum penisku dan hampir semuanya terkulum di mulutnya yang sedikit lebar namun seksi.
“Oaaakhhh…. aaakkkhh… sshhhssshshh…” desisku saat aku mulai merasakan lagi denyutan penisku di mulutnya.

Inneke masih menghisap habis seluruh sperma yang tersisa dan kocokkannya semakin cepat, hingga kedua kakiku bergetar menahan ngilu bercampur nikmat.
“Oookkkhhh… terusss… hisappphh Sayy..!” pintaku sambil mendorong kepala Inneke untuk melakukan lebih dalam lagi.
“Oooouakghh.. Plop…” tiba-tiba mulut Inneke melepas kulumannya dan langsung berdiri menjilat leher dan kedua telingaku bergantian.

“Aku ingin di whirpool Sayy..!” bisik Inneke.
Whirpool itu sendiri sudah dilengkapi semacam sofa untuk berbaring, sehingga jika berbaring di situ, maka mulai dada sampai kaki akan terendam air hangat bercampur semburan air di sisi-sisi kolamnya. Aku merebahkan Inneke disana dan memulai percumbuan kami, tubuh kami terasa hangat dan seperti di pijat-pijat, sehingga penisku yang sempat layu mulai menegang kembali. Inneke tampak menikmati sensasi ini dan aku tahu bahwa Inneke akan menginginkan melodi yang berbeda dengan Lisa.

“Masss… sshh… oookkkkhh… masukin Aku… oookkhhh… mmmppphh…” pinta Inneke sambil membuka pahanya lebar-lebar.
Sejenak aku memainkan kehangatan air, kuayun-ayun tanganku di dalam air ke arah vagina Inneke yang membuatnya segera menarik tubuhku untuk menaikinya. Kami memang sudah diselimuti nafsu sehingga rasanya pemanasan Inneke melihat orgasme dari Tante Lisa sudah lebih dari cukup. Tubuh kami hangat oleh air dan kehangatan dari pasangan kami serta semburan-semburan air dari sela-sela kolam membuat kami semakin terbuai jauh ke awang-awang.

“Blesss…” 10 cm dari penisku mulai menjejali vagina Ineke diiringi desahan, “Aaakkkkhhh… mmmppph…” guman Inneke yang membuat Tante Lisa tersadar dan menyusul kami di kolam.
Kuhentakkan pelan, sehingga seluruh penisku mendesak dinding-dinding vaginanya yang terasa lebih perat dan berdenyut. Lisa mengambil posisi memangku kepala Inneke di paha kanannya dan membelai lembut kening Inneke.
“Aaawww… oookkkhhh… gelli… Masssh…” teriak Inneke saat aku memainkan otot lelakiku di leher rahimnya.

“Masss… dikocok pelaannn… yacch..!” pintanya sambil membelai rambutku, membuatku jadi teringat saat-saat romantis dengan pacar-pacarku dulu.
Aku mengangguk dan kuikuti apa yang Inneke mau, lalu kukocok perlahan dengan cara sepuluh senti aku kocok lima atau enam kali dan kubenamkan dalam-dalam, lalu kuputar pada kocokan ke-7. Cara ini efektif untuk menstimulasi G-Spot seorang wanita. Kurang lebih lima menit kemudian, Inneke mengangkat kepalanya dan mendaratkan ciuman bertubi-tubi di mulut dan leherku bergantian. Tubuhnya sedikit menegang dan lebih hangat kurasa, lalu aku memberi isyarat Tante Lisa untuk menyingkir ke arah bagian belakang kami.
“Ooookhhh… Massshh.. aaakuuu… hammmppirr..!” bisik Inneke saat aku mulai menaikkan ritme kocokanku.

“Tahan Ke..!” pintaku, lalu aku memberi isyarat kepada Tante Lisa lagi.
“Akkkhhhgghhh… ssshhh… mmmpppphh…” desahku dan Inneke bersamaan saat telunjuk Tante Lisa mulai memasuki lubang pantatku dan anusnya Inneke.
Rasanya hangat mengelitik, apalagi jika di kocokkan di kedalaman anusku dan aku bisa membayangkan sensasi yang dialami Inneke. Pasti akan terasa pejal dan nikmat serta sensasional pada kedua lubangnya.
“Oookkkhhh… Taaan… aaaakk.. kuuu tak kuuu..atthh…” teriak Inneke mulai mengawali detik-detik orgasmenya.

Para netters yang budiman, sudah bisa diduga, kami pun terbuai dengan alunan sensai jari Tante Lisa dan hisapan vagina Inneke bersamaan. Demikian pula Inneke. Panasnya penisku dan gelitik telunjuk Tante Lisa membuatnya lupa daratan.
“Aaaggghhh… oookkkhhh… oookkkhhh… aaakkkhhhg… mmmm.. ssshshhh.. awww… ssshhh…” ceracauku dan Inneke tidak beraturan.

Dan kurang lebih sepuluh detik kemudian, aku dan Inneke meregang birahi yang dikenal dengan nama orgasmus secara bersamaan. Aku memancarkan spermaku. Terasa lebih banyak dari pada dengan Tante Lisa dan aku juga merasakan aliran mani Inneke dari rahimnya. Aku menghempaskan tubuhku ke samping Inneke dan Tante Lisa mengambil tempat di sisi lainnya. Hangat tubuh mereka dan kami becumbu seolah tiada hari esok. Kami lanjutkan tidur mesra diapit dua tubuh sintal nan hangat berselimutkan sutra lembut. Dan saat salah satu dari kami terjaga, kami mengulanginya lagi hingga spermaku betul-betul terasa kering.

Minggu siang, kami baru terbangun, lantas kami mandi bersama dan kemudian sarapan pagi. Kami meluncur ke Surabaya dan janji akan kencan lagi entah dengan Tante Lisa ataupun Inneke atau kadang mereka minta barengan lagi. Aku akhirnya terlibat kisah asmara yang penuh birahi, namun aku puas karena dapat melampiaskan nafsuku yang meletup-letup itu. Beberapa kali aku ditawari dan berkencan dengan teman Tante Lisa dan kadang ada yang aku tolak, karena prinsipku bukan jual cinta seperti gigolo, akan tetapi sebuah prinsip petualangan.

BERTUKAR PASANGAN


M8WIN - Yosua dan Fendi memasuki ruangan fotokopi di kantornya yang tidak ada orang. Karyawan-karyaman lain sedang mengambil jam makan siang mereka namun Yosua ingin menunjukkan hal lain yang lebih mengenyangkan.
“Eh istri gw kok bisa udah cukuran ya? Pas ama lo dia udah cukuran belum?”
“Lebih tepatnya pas ama gw dia cukurannya.”
“Sumpah?”

“Nih liad aja videonya.”
Yosua menyerahkan sebuah cd dan memutarnya di laptop Fendi yang sedari tadi ia bawa. Fendi tertakjub-takjub melihat adegan langsung istrinya yang sedang bersenggama dengan sahabatnya. Bagaimana istrinya bergelinjang saat penis Yosua memasuki lubang kewanitaannya. Bagaimana ia terlihat begitu nakal meminta Yosua mencukur bulu jembutnya. Bagaimana ia begitu nafsu menjilati penis Yosua. Pemandangan ini membuatnya begitu bernafsu, ia tidak dapat lagi menahan jendolan besar di dalam celana dalamnya.

“Asik kan bro?”
“Enak enggak istri gw?”
“Enggak pernah enggak enak.”
Mereka berdua tertawa dan melakukan tos seakan-akan keduanya bangga telah melakukan sesuatu. Mereka melanjutkan menonton rekaman adegan senggama Mona dan Yosua saat seseorang memasuki ruangan itu.

“Loh? Ada orang?”
Fendi menutup layar laptopnya terkejut dan bersama-sama membalikkan badannya kikuk bersama Yosua. Mario, boss dari mereka sedang berdiri sambil membawa sebuah tumpukkan kertas. Ia terlihat bingung melihat ekspressi kaget mereka berdua yang tidak bisa berbicara apa-apa. Keringat dingin mulai menetes di kedua dahi laki-laki tersebut. Mario mendekat dan bisa mendengar suara erangan-erangan nakal dari dua insan yang berasal dari video itu.

“Nonton bokep ya kalian?”
“Emmmmh itu pak….emmmmh anu…”
Tanpa minta ijin, Mario membuka laptop itu dan terkejut melihat pelaku kegiatan “bokep” itu. Ia mengenali Mona dari acara gathering kantornya 6 bulan yang lalu, dan ia tahu pasti Mona bukanlah istri dari Yosua. Ia menengok ke arah Fendi dan Yosua yang sama-sama menundukkan kepalanya menghadap ke lantai.

“Kamu tahu akan ini Fendi?”
“Emhhh…sebenernya pak….”
“Sebenernya?”
“Emmmhhh….kami sudah…emmmhhh….memberikan ijin untuk….anu…untuk….”
“Untuk saling bertukar pasangan?”
“Iya, emmmmh..untuk itu….”
“Istri kalian tahu?”

“Tidak pak……kami tidak..emmmh..memberitahukan mereka….”
Mario mengangguk-angguk dan mematikan video itu.
“Orang-orang sudah mulai kembali ke sini dan akan heboh jika semua orang tahu.”
Fendi dan Yosua hanya bisa mengangguk.
“Bisa kalian tutup pintu ruangan ini?”
Yosua berjalan dan menutup pintu ruangan kecil itu. Mario menarik sebuah bangku dan mempersilahkan mereka duduk.

“Aku tidak menyangka kalian tidak memberitahukan “hobi” kalian sebelumnya ke saya.”
Yosua dan Fendi sama-sama terkejut.
“Maksud….maksud bapak?”
“Perusahaan ini perusahaan besar. Lebih dari dua ratus karyawan. Apa kalian kira sedikit jumlah laki-laki paruh baya yang membutuhkan hiburan baru?”
Yosua dan Fendi tidak bisa berkata apa-apa.
“Yang lebih mengejutkan lagi, kalian melakukannya benar-benar seperti prosedur kami. Tidak memberitahu pasangan yang dimaksud sama sekali.”

Yosua dan Fendi sama-sama mengangguk.
“Meski begitu, ada satu ada dua orang istri yang sudah mengetahui kegiatan ini. Namun tentunya mereka merahasiakannya dengan baik, sekaligus dengan senang hati ikut berpartisipasi.”
“Emmmhhhh….anu pak…jadi maksud bapak di perusahaan ini banyak juga yang…emmmh..tukar istri?”
“Lumayan, selain saya ada pak Yusuf di bagian personalia, pak Robert di bagian akuntan, pak Sunaryo di bagian marketing, pak Santoso di bagian komputerisasi, dan..hmmmm pak Hassan si vice president.”

Yosua dan Fendi tidak dapat menutupi keterkejutan mereka.
“Sudah berapa lama kalian melakukan ini?”
“Hmmmm, mungkin belum sampai seminggu pak.”
“Benar, kita baru mulai melakukan ini rabu lalu.”
“Bagus sekali, berarti kalian masih baru ya.”
Yosua dan Fendi sama-sama mengangguk.
“Kita akan melakukan gathering di ruang rapat pada hari rabu ini. Kalian akan saya panggil untuk rapat pada hari rabu siang, dan tentunya, kita akan rapat bukan?”

Mario tersenyum lebar. Yosua dan Fendi membalas senyumannya dengan kikuk.
“Ya sudah, kalian jangan sering-sering cuti kalau tidak mau, terpaksa, saya pecat. Lanjtukan pekerjaan kalian!”
Yosua dan Fendi menunduk hormat dan berjala keluar dari ruangan fotokopi itu dengan terburu-buru.

“Kau sudah menerima panggilannya fen?”
“Sudah, kau?”
“Yup, ruang rapat kan?”
Mereka berdua mulai berdiri dan berjalan menuju ruang rapat yang dimaksud.
“Apakah kau memikirkan ini dua hari kebelakang?”
“Selalu. Bahkan meskipu hampir dua hari ini gw berhubungan mulu sama Mona, entah kenapa pikiran gw selalu ke pertemuan ini.”
“Dua hari ini berturut-turut? Semangat amat lo?”
“Iya dong, sekali di dapur. Sumpah waktu itu Mona tauk-tauk ngajakin gw abis makan malem.”
“Terus?”

“Iya, rupanya tuh seharian dia pakai semacam vibrator kecil di dalam memeknya. Pas gw buka celana dalemnya, dia tuh udah basah banget.”
“Anjrit, asik banget.”
“Penis gw masuknya aja udah gampang banget. Gak nyampe sepuluh menit, kita berdua sama-sama nyampe.”

“Yang kedua?”
“Kalau ini lebih gila lagi, dia ngajakin gw di balkon pas malem-malem.”
“Di balkon?”
“Iya, entah nonton apa aja dia akhir-akhir ini.”
“Gak masuk angin lo?”
“Kagak dong, udah minum tolak angin.”
“Terus gimana begituannya?”
“Maknyuss! Gw maenin dia sekarang di anusnya. Rapet parah! Dia bilang dia belum pernah tapi entah kenapa gw rasa dia bo’ong.”
“Gak mungkin gitu doang kan?”

“Enggak lah. Dia gw doggy style selama beberapa menit, terus berubah posisi sampai dia meluk gw sambil gw duduk di bawah.”
“Emmmh, enak banget lo kayaknya.”
“Belom lagi memeknya yang lezat banget. Beneran deh Yos, entah kenapa libido gw naek drastis seminggu ini. Gw berasa anak kuliahan lagi!”
“Sama bro! Gw juga.”
“Lah lo gimana ama istri lo? Bukannya lagi dapet?”
“Kan berdarahnya di meki, gw maennya ya di bool.”
“Asik deh, gimana rasa anus istri lo.”
“Mantap bro! Dari woman on top ampe misionaris semua gw coba. Dia bahkan minta belajar deepthroat dama minta di face-fuck.”
“Face-fuck?”

“Iya, jadi dia mau ngulum penis gw selama gw maenin pinggul gw maju ke depan dan ke belakang kayak kalau lagi vaginal seks.”
“Rasanya gimana?”
“Sumpah mati asik sob!”
“Lain kali gw harus coba, semoga aja pinggang gw enggak ngilu duluan.”
“Bicara begini jadi tegang punya gw.”
“Sama, eh kita udah nyampe.”

Yosua dan Fendi berdiri di depan sebuah pintu ruang rapat dan membukanya. Di dalamnya lima orang laki-laki berusia 40 – 50an sedang duduk sambil bersenda gurau.
“Nah ini dia anggota baru kita!” Mario menyambut mereka sambil tersenyum lebar.
“Yosua dan Fendi kan? Saya rasa kalian saya sudah kenal saya.”
“Tentu pak Hassan.” Fendi dan Yosua menunduk hormat.
“Ah tidak usah terlalu formal. Silahkan duduk dan tolong tutup pintunya.”
Mereka duduk di sebelah Santoso dan Sunaryo yang langsung menyambut mereka hangat.
“Wah Fendi! Tidak kusangka kau juga suka main beginian.”
“Iya pak Santoso, sudah jenuh-jenuhnya.”

“Aku juga begitu tiga tahun lalu, untung aku bertemu dengan Mario dan Hassan. Tiga gelas bir kemudian, terbentukalh klub ini.”
“Benar! Klub tukar istri!” Robert menyahut dari seberang meja dan tertawa lebar.
“Kau sudah berapa lama melakukan ini Yos?” Sunaryo bertanya.
“Baru seminggu pak.”
“Wah baru sekali! Bagaimana kau mengetahui mereka Mario?”
“Mereka lagi nonton hasilnya saat aku masuk di ruang fotokopi.”
“Kau rekam semua itu? Asik kali!”

“Be..begitulah pak…hehe”
“Langsung saja ke acara kita. Baik setelah minggu lalu kita melakuka rotasi kita dengan amat sempurna. Bagaimana rasanya Rosita ,Santoso?” Mario berdiri dari kursinya.
Santoso hanya bisa mengacungkan jempol.
“Dan saya rasa semua juga puas kan?”
Semua kecuali Fendi dan Yosua mengangguk.
“Saya sudah memasukkan nama Mona, istri Fendi, dan Sinta, istri Yosua ke dalam kotak kocokkan kita.”

“Kotak kocokkan?”
“Kamu tahu kan prosedur arisan Yos?”
“Oh seperti arisan…”
Fendi mendekati Yosua dan berbisik di telinganya.
“Jadi inget arisan istri lo”
“Sssst!”
Fendi tertawa mendengar reaksi Yosua.
“Dari semua istri, hanya istri saya, Rosita dan istri Hassan, Nuraini yang mengetahui ‘permainan’ kita. Oleh karena itu, siapapun yang mendapatkan kedua nama itu bisa melakukannya tanpa ‘taktik’ tertentu.”

“Benar sekali. Untuk istri Robert, Linda. Istri Sunaryo, Asih dan istri Santoso, Mela, kita harus memakai sebuah trik khusus.”
“Lebih tepatnya obat khusus.”
Hassan mengeluarkan sebuah kotak obat dari bawah mejanya.
“Obat?”
“Iya, obat peningkat nafsu seksual yang Hassan temukan di arab. Dengan obat ini, istri-istri yang tidak tahu menahu itu akan menjadi horny seketika. Ingat, seketika dan bersedia melakukan hubungan itu. Tetapi setelah ia tertidur dan kelelahan, ia tidak akan mengingat hal yang terjadi. Semua bagaikan mimpi basah bagi mereka.”

“Tapi pak, apakah tidak ada efek sampingnya?” Fendi bertanya ragu.
“Meskipun kita bisa merayu mereka dengan cara tradisional, apakah tidak akan ribet jika satu istri nanti memiliki enam selingkuhan?”
Fendi hanya bisa diam.
“Tenang saja Fen. Kita memakai dosis yang tepat dan hanya dipakai satu kali dalam satu minggu. Istrimu tidak akan mendapatkan efek samping apa-apa. Obat ini sudah dipakai ratusan tahun di arab sana dan belum ada yang meninggal.”

“Benar sob, istri aku saja tidak apa-apa.” Sunaryo meyakinkan mereka berdua.
“Kau tidak akan menyesal Fen, aku pun tidak.” Robert tersenyum nakal.
“Percayalah sama kita.” Santoso berusaha meyakinkan mereka berdua.
“Baiklah kurasa tidak ada salahnya.”
“Emhhh…tapi…istri saya sedang dapat.” Yosua tiba-tiba berbicara.
“Kalau begitu Sunaryo bisa dipastikan mendapat jatah istrimu hari ini. Ia tidak keberatan melihat…hmmm…..sedikit darah”
Sunaryo mengangguk-angguk dan berbisik kepada Yosua.
“Jadi tambah anget.”

Yosua hanya bisa merinding membayangkannya.
“Baiklah kita mulai. Nama pertama dimulai dari pendatang baru kita. Fendi mendapatkan….” Mario menahan perkataannya dan mengocok kotak kardus itu dan mengeluarkan sebuah gulungan kertas saat ditekan ke atas meja.

Fendi memarkirkan mobilnya di depan pagar berwarna hitam dan berjalan menuju rumah milik Robert. Sebuah rumah besar dengan tiga lantai dan perkarangan yang luas. Anak-anaknya sudah berkuliah di berbagai perusahaan swasta dan rumah itu sekarang hanya ditinggali oleh Robert dan istrinya Linda. Ia mengetuk pintu rumah itu dan dalam beberapa menit Linda sudah berjalan keluar. Linda adalah perempuan yang sangat cantik. Rambutnya yang ikal dan dicat warna merah jatuh dengan sangat indah di bahunya. Kulitnya yang putih pucat ditambah wajah orientalnya yang eksotis membuat Fendi semakin tidak sabar mencobainya. Payudaranya yang cukup besar juga tertata rapi di balik bajunya.

“Siapa ya?”
“Saya Fendi bu. Dari perusahaan bapak.”
“Oh iya pak Fendi, apa kabar pak? Bapak belum pulang.”
“Iya bu, jadi bapak menyuruh saya menunggu di rumahnya selama ia menyelesaikan beberapa urusan kantor.”

“Oh begitu, ya sudah silahkan masuk.”
Rumah milik Robert bisa dibilang sangat besar. Ruang tamunya terkesan megah dengan dua buah sofa panjang dan foto keluarganya yang teramat besar menjadi latar belakang.
“Silahkan duduk mas, mau makan dulu?”
“Tidak usah bu, saya sudah makan.”
“Ya sudah minum saja gimana? Sirup?”
“Boleh bu.”

Linda berjalan ke dapurnya dan menyiapkan dua buah gelas sirup. Fendi diam-diam mengeluarkan obatnya dan meletakkannya di tangan kirinya. Linda datang dan meletakkan dua buah gelas, satu untuk Fendi dan satu untuknya. Pada saat itu juga, Fendi yang berpura-pura memainkan handphonenya dengan tangan kanan, menelepon rumah Robert. Linda berpaling dan berjalan untuk mengangkat telepon itu. Dalam sepersekian detik itu, Fendi memasukkan obat berbentuk seperti tablet itu ke dalam gelas milik Linda. Berhasil.

“Halo? Halo? Siapa sih?”
Linda meletakkan teleponnya kesal.
“Maaf ya mas, telepon nyasar kayaknya.”
“Enggak apa-apa kok bu.”
Linda meminum sirupnya dan Fendi hanya bisa tersenyum lebar dambil melakukan gerakan yang sama.

Mereka mulai mengobrol masalah perusahaan tempat Fendi berkerja dan pendidikan anak masing-masing. Lama kelamaan obat itu mulai berfungsi dan Fendi menyadari Linda yang tatapan matanya mulai sayu dan tersenyum nakal kepadanya. Fendi berani bersumpah Linda menekan-nekan selangkangannya saat ia menjelaskan mengenai anaknya yang baru mau naik kelas satu SMA.
“Ehhhmmm ibu baik-baik saja?”
“Aku baik-baik saja kok mas Fendi, emmmh cuma aja…”
“Cuma aja?”

“Aku boleh curhat enggak sama mas?”
Fendi menelan ludahnya. “Mmmmh, boleh bu.”
Linda berdiri dari kursinya dan duduk di sebelah Fendi.
“Iya mas, aku akhir-akhir ini kesepian deh.”
“Kesepian?”

“Iya, suami aku pergi ke kantor dari pagi sampai malam, sedangkan pembantu pulang hari. Aku jadinya sering merasa, emmmh, sepi gitu mas.”
Tangan Linda mulai merangkak naik dari lutut Fendi menuju selangkangannya.
“Emmh, mbak memangnya mau saya temenin?” Fendi tidak membuang-buang waktu.
“Boleh mas? Beneran nih? Mmmmh?”
Linda mendekatkan kepalanya dan mencium Fendi. Fendi tidak membuang-buang kesempatan dan melumat habis mulut Linda. Lidahnya bermain-main berpautan dengan lidah Linda yang bernafas semakin menggebu-gebu.

“Ooooh Mas…mmmmhhh”
“Ahhhh mbak Linda…mmmmmhhh”
Linda berjongkok dan membuka celana kerja Fendi. Ia langsung menarik turun celana dalamnya, mengekspos penis Fendi yang sudah berdiri tegang dan mengacung bahagia.
“Emmmh punya mas gede sekali. Aku suka deh.”
“Suka lihatnya Linda? Kalau aromanya?”
Linda mendekat dan mengendus-ngendus zakar penis Fendi sambil tangannya mengenggam batang laki-lakinya.

“Emmmmh, aku suka sekali mas..”
“Ahhhh….oooh…mmmmh…kalau…mmmh….rasan ya?”
Linda tersenyum nakal dan menggerakan kepalanya naik. Ia menjilat kepala penis Fendi yang disunat ketat dan mengulumnya dengan kedua bibirnya. Lidahnya menari-nari di lubang pipisnya, mengirimkan sensasi geli penuh kenikmatan ke seluruh penjuru tubuh Fendi. Fendi mendesah nikmat dan ia mulai membuka kemejanya. Tangan Linda bergerak naik turun mulai mengocok penis Fendi tanpa melepas jilatannya. Perlahan ia melepas genggamannya dan melingkari pangkal penisnya degan jari jempol dan telunjuknya. Ia menekan lingkarannya ke bawah dan kepalanya mulai menelan habis semua penis Fendi.

“Ahhhh mbak…emmmhhh….enak banget!! oooohhh…”
Linda mempercepat permainan kepalanya dan Fendi semaki kenikmatan dan mengerjap-ngerjapkan matanya akibat sensasi yang ia rasakan.
“Puuuahhhh…mmmmh…aku suka sekali sama penis mas….”
Linda mulai membuka bajunya dan memamerkan payudaranya yang tidak dilapisi bra sama sekali. Payudara besar itu membuat Fendi begitu bernafsu dan ingin memainkannya. Namun Linda menahannya dan memaksanya untuk tetap duduk.
“Tunggu dulu mas, aku belum selesai loh.”
“Mau ngapain lagi Linda sayang.”
“Tunggu aja, hihi.”

Linda bergerak maju dan menjepit penis Fendi dengan kedua payudaranya. Fendi merasakan sensasi lembut payudara Linda di kontolnya dan ia menggelinjang keenakan. Linda mengapit penis Fendi dengan payudaranya dan memainkannya naik dan turun dengan bantuan tekanan dari kedua tanganyya. Fendi yang sedang mengangkang hanya bisa mendesah keenakan sambil mengigiti bibir bawahnya.

“Enak kan mas? Hmmm?”
“Oooooh enak banget Lin…emmmh…mantap!”
Linda melanjutkan kulumannya di kepala penis Fendi yang menjembul di antara payudaranya. Fendi bisa merasakan puncaknya hampir tiba dan tubuhnya berkontraksi kencang.
“Ahhhh mbak Linda…ahhh..aku mau…emmmh…sampai!!….Ahhhhh!”
Linda melepaskan kulumannya dan memainkan payudaranya naik dan turun semakin nafsu. CROOOT CROOOT CROOOOT

Peju Fendi bermuncratan di payudara Linda yang masih mengapit penis Fendi.
“Ahhh mas Fendi nakal yah, mmmmhhh”
Linda menjilat peju itu dari payudaranya dan melirik nakal menuju Fendi. Fendi hanya bisa tersenyum puas dan lemas, duduk bahagia di bawah foto keluarga Robert dan Linda.
Fendi – Rabu pukul 19:13

“OOOOOH! MAS! MAS! TERUS MAS! EMMMH!”
Linda berteriak penuh nafsu sambil menunggangi penis Fendi dalam posisi woman on top. Fendi yang sudah mulai kelelahan, harus menuruti libido wanita berusia lima tahun lebih tua itu. Karena menurut petunjuk Hassan, si wanita harus tertidur dahulu baru ia akan melupakan segala hal yang sudah terjadi. Mau tidak mau, meskipun sebenarnya mengasyikkan, ia harus terus mengentoti Linda sampai wanita itu kelelahan. Meskipun ini sudah ronde yang keempat.

“Emmmh, ahhhhh, mas….emmmmhh…enak mas? hmmmmm?”
Linda bertanya penuh nafsu sambil menggigit bibiw bawahnya. Memeknya meremas penis Fendi dengan amat sangat kencang. Fendi masih tertakjub merasakan betapa sempitnya wanita yang lebih tua itu. Payudaranya yang mulai turun bergoyang-goyang seksi penuh nafsu. Putingnya yang sedari tadi mengacung dicubit-cubit gemas oleh Fendi.

“Kamu seksi banget…emmmh…mbak….emmmmh”
“aahhhhh…mas….cepet mas….emmmmh…..”
Linda mencium bibir Fendi secara tiba-tiba, mengejutkannya yang sedang sibuk memainkan payudaranya. Namun meskipun mendadak, Fnedi melayani lumatan bibir Linda dengan tidak kalah bersemangat dan memainkan lidahnya sebaik mungkin untuk memuaskan permainan lidah Linda yang teramat liar.

“Mas….enak bengt mas…emmmmhhh….”
“Beneran mbak? Hmmmm? Seenak itu kah? hmmmm” Fendi bertanya nakal sambil memainkan pinggulnya semakin kencang.
“He eh…emmmmh…mas ganteng lagi…ahhhhh”
“Oh ya mbak? Emmmmh?”
“AHHHH! AHHHH! EMMMMH! OOOOHHH”
Linda menggelinjang hebat dan mencapai orgasmenya yang keenam. Tubuhnya bergetar dan berkontraksi. Ia mengeluarkan suara teriakan penuh nafsu panjang. “AHHHHH MAS…MAS…AHHHHH AKU SAMPAI…AHHHH..”
“Aku juga…emmmh..mbak…ooooh..OOOOH!”
CROOOT CROOOOT CROOOOT

Linda terbaring lemas dan bernafas tersengal-sengal. Fendi menyeka keringat di dahinya dan memperhatikan jam di tangannya. Ia memikirkan istrinya yang sekarang sedang digilir oleh Santoso dan entah sudah selesai atau belum kegiatan “ekskul” mereka. Ia menengok dan melihat Linda yang sudah mulai mendengkur lemas. Wajahnya tersenyum puas.

Fendi menarik perlahan penisnya yang sudah mulai melemas dan memperhatika pejunya yang terus mengalir keluar dari lubang memek Linda. Ia membersihkan kontolnya dengan sprei kasurnya dan mulai memakai kembali pakaiannya yang berserakan di sepanjang rumah. Celana dalam di kasur, celana kerja di lorong dan kemeja di ruang tamu. Sebelum pergi, ia menutup pintu gerbang rumah Linda dan Robert. Dengan mobil sedannya, ia memulai perjalanannya pulang menuju rumahnya.

Yosua membuka gerbangnya yang terkunci dan berjalan masuk. Ia memperhatikan keadaan rumahnya yang sepi. Anaknya, Marsha pulang malam hampir setiap hari. Ia biasanya bermain di rumah sahabatnya dan pulang pukul sembilan malam setiap harinya. Ia tidak melihat ada mobil lain di jalanan luar dan sepatu milik Hassan di depan pintu rumahnya. Ia masih bisa merasakan sensasi memeknya Asih yang begitu rapat dan legit. Meskipun tidak bisa dibandingkan dengan memeknya Mona yang benar-benar megambil hatinya, setidaknya memiliki memek lain untuk dimainkan merupakan hadiah tersendiri di sela-sela pekerjaan kantornya yang amat monoton.

“Honey, aku pulang!”
Sinta berjalan keluar dari kamarnya. Ia berpakaian seadanya dan rambutnya sedikit berantakan. Yang paling membuat Yosua terkejut adalah tatapan kosong yang Sinta berikan dan gerak gerik tubuhnya yang seperti kebingungan.
“Sinta? Kamu kenapa?” Yosua menyadari bahwa ini adalah efek samping dari obat yang Hassan berikan.

“Enggak sayang, aku cuma bingung. Aku lupa ngapain aja dari sore tadi.”
Yosua berpura-pura khawatir meskipun tahu apa yang sebenarnya terjadi.
“Kamu kenapa sayang? Kayak orang ling-lung begitu.”
“Aku lupa abis jam 6, aku ngapain aja. Abis nonton gosip investigasi itu, aku…aku…”
“Ya udah kamu sekarang duduk aja dulu. Aku udah makan ya sayang.”
“Oh iya, kamu kenapa pulang jam segini?”
“Tadi diajak dinner sama pak…emmmm..pak Hassan sebentar.”
“Pak Hassan? Pak Hassan…..”
Yosua terdiam menunggu reaksi dari Sinta. “Oh Pak Hassan, yang kemarin ketemu di gathering kantor kamu kan?”

Yosua bernafas lega. “Iya yang itu.”
“Oh ya udah, aku udah masak lo say. Beneran gak mau makan lagi?”
“Enggak ah aku udah kenyang.”
Sinta hanya mengangguk lemas dan berjalan masuk ke kamar. Yosua tersenyum puas melihat obatnya yang bekerja sesuai dengan harapannya.

“Gimana kemarin? Asih enak enggak?”
“Lumayan, enakkan istri lo sih sob.”
“Tenang nanti bakal dapet gilirannya lo!”
Mereka berdua tertawa sambil membaca sebuah majalah laki-laki dewasa.
“Eh gila nih toketnya, kenceng banget!”
“Ya iyalah, dibandinging istri-istri kita.”
“Enak aja! Sinta masih oke ya!”

“Oke sih oke, tapi dibandingin sama Alia?”
“Oh iya Alia! Lo belom cerita waktu itu gimana abis lo ‘anterin’ pulang.”
Fendi kemudian menceritakan sesi vaginal dan analnya bersama Alia yang tidak bisa ia lupakan. Sejak hari itu, Alia semakin centil dan manis setiap kali bertemu Fendi. Meskipun mereka sepakat untuk tidak berhubungan dengan sms sama sekali karena masing-masing orang sudah memiliki pasangan.

“Aduh pengen banget gw yang masih muda begitu.”
“Mau? Kenapa enggak siang ini aja?”
“Lo serius?”

Fendi hanya tertawa dan berbisik ke arah Fendi.
“Ketemuan di ruang fotokopi nanti pas jam makan siang.”
Yosua tersenyum puas dan mengancungkan jempolnya. Teburu-buru, ia memasukkan majalah itu ke dalam meja kantornya saat seseorang berjalan melintas.

Yosua menunggu dengan tidak sabar. Penisnya sudah mengeras sejak sepuluh menit yang lalu. Tidak henti-hentinya ia mengelus-ngelus selangkangannya sendiri akibat terlalu horny. Suasana kantor di dekat ruang fotokopi memang selalu sepi. Apalagi saat jam makan siang, pantry di kantor mereka terletak sangat jauh dari lokasinya sekarang. Fendi kemudian masuk sambil diikuti oleh Alia yang sudah tersenyum-senyum centil.

“Ini dia sob!”
Alia masuk dan langsung tersenyum centil kepada Yosua. Ia tidak membuang-buang waktu dan mulai membuka blusnya. Fendi menutup pintu ruangan itu dan melepaskan celana kerjanya. Yosua mengikuti gerakan Fendi dan memamerkan penisnya yang sudah mengacung tinggi ke langit.
“Ih , Pak Yosua udah enggak sabar ya?”
“Iya dong Alia, habis kamu cantik banget.”
“Ah bapak ini.”

Yosua mencium Alia sambil membantunya melepaskan behanya. Ia langsung menyergap payudara Alia yang besar dan lembut, kencang dan menantang. Ia meremas-remasnya penuh nafsu dan Alia mendesah penuh gairah. Fendi mulai menggesek-gesekkan penisnya ke pantat Alia yang masih ditutupi rok dan menciumi lehernya. Alia semakin bergairah akibat sensasi yang ia dapatkan dari dua laki-laki berusia matang dan sudah beristri itu. Matanya sekarang sudah merem melek memeknya sekarang sudah amat sangat basah. Ia sudah sama sekali tidak memikirkan tunangannya yang menunggunya dengan setia di kampung.

“Emmmmh, tetek kamu enak banget Al..emmmmhh” Yosua sekarang sudah mengemut pentilnya yang berwarna pink manis dengan tangan kanannya memainkan puting yang lain. Fendi berhasil menurunkan roknya ke bawah dan Alia sekarang sudah benar-benar bertelanjang bulat. “Ahhhh pak…emmmmhhh…”

Fendi sekarang berjongkok dan menjilati lubang anus dan memeknya secara bersamaan. Tangannya sudah mulai mengelus-ngelus memeknya sambil lidahnya menekan-nekan lubanb boolnya. Alia mengangkat satu kakinya dan mesin fotokopi, memberikan ‘akses’ yang lebih terbuka kepada Fendi. Alia mendesah penuh nafsu saat Fendi menyelipkan dua jarinya ke dalam memek Alia yang sudah basah dan menekan-nekannya cepat. Nafasnya semakin tidak beraturan dan tubuhnya mulai menggelinjang-menggelinjang hebat. Yosua mulai mengocok-ngocok penisnya sendiri penuh nafsu tanpa melepaskan gigitannya pada puting Alia yang mulai mengeras.

“Aku masukkin ya sekarang Alia…”
“Emmmmmh…silahkan pak Fendi…Ooooohhhh…”
Fendi menekan kepala penisnya ke lubang anus Alia yang masih sangat rapat. Alia memekik kesakitan saat Fendi berhasil memasukkan kepala penisnya. Yosua mencium bibirnya untuk menenangkan suara Alia sambil mempersiapkan penisnya memasuki lobang memek Alia. “Aku masukkin juga ya Alia…”

“Emmmmh…dua sekaligus? ahhhh…emmmmmhhhh…”
“He eh, kamu mau kan?” Tanpa menunggu jawaban dari Alia, ia menekan masuk kontolnya ke dalam memek Alia dan tubuhnya menggelinjang hebat. Fendi kemudian menahan kaki kanannya yang sudah terangkat ke atas mesin fotokopi dengan lengannya, kemudian mengangkat kaki kirinya dengan lengannya yang lain. Alia kini terangkat dari daratan dengan dua buah penis bosnya sebagai penyangga.

“AHHHH…OOOOOOHHH….AHHHHH”
Yosua bisa merasakan penisnya yang bergesekkan dengan penis Fendi meskipun terhalangi daging dan otot-otot yang lain. Ia tersenyum memandangi sahabatnya yang membantu Alia bertahan di udara dengan menahan pinggangnya. Mereka mulai memompa secara bergantian. Fendi masuk saat Yosua menarik keluar dan Yosua masuk saat Fendi menarik keluar. Ritme mereka begitu terkendali, Alia merasakn sensasi seksual yang teramat besar dan memabukkan. Matanya berputar ke belakang penuh nafsu dan ia hanya bisa mengerang-ngerang nakal.

“AHHHH…AHHHHH…AHHHHH…PAK! EMMMMH….Dua penis kalian…emmmmhh…enak…emmmhh….banget!…AHHH ..AHHHH”
“Memek kamu rapet banget…Al…emmmmh…ahhh…”
“Anus kamu..emmmmh…juga!…AHHHHHH”
Tubuh Alia menggelinjang hebat dan berkontraksi akibat orgasmenya yang akan datang sebentar lagi. Ia mengigit bibir bawahnya oenu nafsu dan berharap posisi ini bisa bertahan selamanya.
Pada momen yang sama, Yosua dan Fendi juga hampir sampai. Mereka berdua pun menyodok masuk penis mereka secara bersamaan dan mengeluarkan semua peju mereka di dalam.
CROOOT CROOOT CROOOOT CROOOOOT

Alia melenguh hebat dan mencapai orgasmenya. Ia tersengal-sengal dan mencium Yosua mesra. Ia bisa merasakan peju hangat mereka mengalir dalam perutnya. Ia begitu bahagia dan terpuaskan. Yosua melihat Fendi yang tersenyum puas dan mengacungkan jempolnya. Yosua hanya mengangguk nakal dan melepaskan ciuman Alia.
“Kamu siap ganti posisi sayang?”
Alia terlihat kebingungan.
“Iya sekarang aku mau anal kamu.”
“Dan aku mau memek kamu.”
Alia terkejut. “APA?!”

Setelah threesome mereka yang memuaskan di ruang fotokopi minggu lalu, Alia mengambil cuti karena kelelahan dan masuk kembali senin kemarin. Sikap centilnya belum berubah bahkan kemarin, ia memberikan Fendi sebuah blowjob di toilet kantor karena begitu nafsu. Di rumah pun Mona semakin menjadi-jadi dalam meminta jatah. Ia berhubungan hampir setiap malam dan Fendi terasa sangat bahagia. Hidupnya tidak pernah semenyenangkan ini. Ia tidak menyangka perjanjiannya dengan Yosua bisa membawa begitu banyak berkah, kesenangan, dan kepuasan dalam usianya yang bisa dibilang tidak muda lagi. Ia menjadi lebih semangat bekerja, begitu pula dengan Yosua yang menjadi lebih berkharisma akibat kehidupan seksualnya yang kembali ‘panas’. Hari itu, tiba-tiba mereka mendapatkan panggilan untuk rapat kembali. Mungkin pergiliran berikutnya.

Ruang rapat itu menjadi sangat berisik saat setiap suami menceritakan pengalamannya berhubungan seksual degan istri rekan kantornya yang lain. Hassan bercerita bagaimana Sinta begitu ahli dalam memainkan lidah dan pinggulnya. Betapa montok pantat dan payudaranya untuk wanita yang menginjak kepala empat dan betapa harum dan menggiurkan memek istrinya itu. Santoso tidak mau kalah seru dan menceritakan Fendi betapa rapatnay memek istrinya. Ia menceritakan bagaimana mereka begitu nafsu melakukan hubungan seksual selama empat ronde di kebun, dapur bahkan ruang tamu mereka.

Tiba-tiba Mario berdiri dan menepukkan tangannya dua kali. Semuanya terdiam dan menunggu pengumuman dari Mario.
“Baiklah, ini sudah waktu yang tepat untuk mengadakan gathering.”
“Gathering?”
“Iya Fen, Gathering! Selama tiga bulan sekali, kami melakukan pertukaran massal di villa Hassan di puncak.”

“Tapi kami orang baru disini?”
“Tapi gathering terakhir kami adalah tiga bulan yang lalu! Itu adalah peraturannya.”
“Lalu siapa yang akan dapat istri siapa?”
“Itu sih, lihat nanti saja.” Robert, Hassan, Mario, Sunaryo dan Santoso tersenyum lebar.
“Kalian belum pernah ikut sex party?”
Yosua dan Fendi menggeleng.
“Gang-bang?”
Mereka kembali menggeleng
“Orgy?”

“Itu semua kan sama! Kita belum pernah berhubungan seks yang bukan one-on-one!”
“Masa? Lalu kemarin siapa yang berisik di ruang fotokopi?”
Sunaryo tiba-tiba menyeletuk. Fendi dan Yosua terkejut mendengar perkataannya.
“Ta…ta…tapi…ba…bagaimana kau tahu?”

“Tenang saja kawan, Alia itu memang hot kok. Aku mengerti, hehehe.”
“Alia? Resepsionis bob seksi itu? Kalian beruntung sekali!”
Yosua dan Fendi hanya bisa tertawa terpaksa mendengar pernyataan Robert.
“Jadi, kita berangkat hari apa bos?” Santoso tiba-tiba bertanya.

“Sabtu pagi ini saya akan melaporkan kepergian kalian sebagai ‘urusan kantor’. Kita akan konvoy mulai di kantor ini jam 7 pagi. Jangan ada yang telat ya, dan…saya rasa kalian tidak perlu membawa baju banyak-banyak.” Mario tersenyum lebar dan diikuti oleh semua laki-laki di ruangan itu. Yosua dan Fendi saling berpandangan dan kebingungan. Apakah mereka siap untuk sex-party pertama mereka?

BERCINTA DENGAN TITA IBU KOST


M8WIN - Di kamar kostnya Abi berbaring sambil ngelamun. Diluar gerimis yang turun sejak sore belum juga usai sehingga menambah dinginnya udara malam, dikota yang memang berhawa sejuk. Malam minggu tanpa pacar dan hujan pula membuat Abi suntuk. Dicobanya memejamkan matanya membayangkan sesuatu. Yang muncul adalah seraut wajah cantik berkerudung. Teh Tita, ibu kostnya.

Teh atau Teteh adalah sebutan kakak dalam bahasa Sunda. Dibayangkannya perempuan itu tersenyum manis sambil membuka kerudungnya, mengeraikan rambutnya yang hitam panjang. Membuka satupersatu kancing bajunya. Memperlihatkan kulit putih mulus dan sepasang buah dada montok yang disangga BH merah jambu. Dan buah dada itu semakin menampakkan keindahannya secara utuh ketika penyangganya telah dilepaskan. Sepasang bukit kembar padat berisi dengan puting merah kecoklatan di dua puncaknya menggantung indah.Lalu tangannya membuka kancing celana panjang yang segera meluncur kebawah. Tinggallah secarik celana dalam, yang sewarna BH, membungkus pinggul montok. Bagaikan penari strip-tease, secarik kain kecil itu segera pula ditanggalkan. Menampakkan selangkangannya yang membusung dihiasi bulu jembut menghitam, kontras dengan kulitnya yang putih mulus. Dihadapannya kini berdiri perempuan telanjang dengan keindahan bentuk tubuh yang menaikan nafsu syhawat.

Blarrrr! Suara guntur membuyarkan lamunannya. Abi bangkit berdiri sambil menggaruk batang kontol di selangkangnnya yang mulai tegang dan keluar dari kamarnya menuju dapur untuk membuat teh panas. Setelah membuat teh kemudian keruang duduk untuk nimbrung nonton TV bersama keluarga tempat ia kost. Baru sekitar satu bulan ia kost dirumah keluarga Pak Hamdan setelah dia pindah dari tempat kostnya yang lama. Hamdan telah beristri dengan anak satu berumur tujuh tahun.
Ternyata ruang duduk itu sepi, TV nya juga mati. Mungkin Teh Tita sudah tidur bersama anaknya karena Pak Hamdan sedang ke Bandung menemani ibunya yang akan dioperasi. Akhirnya Abi duduk sendiri dan mulai meghidupkan TV. Ternyata hampir semua saluran TV yang ada gambarnya kurang bagus. Abi mencoba semua saluran dan cuma Indosiar saja yang agak terlihat gambarnya meski agak berbintik. Mungkin antenanya kena angin, pikirnya.Dengan setengah terpaksa dinikmati sinetron yang entah judulnya apa, kerena Abi selama ini tidak pernah tertarik dengan sinetron Indonesia.
Tiba-tiba Abi mendengar pintu kamar dibuka. Dan dari kamar keluarlah perempuan yang biasa dipanggil Teh Tita. Abi kaget melihat kehadiran perempuan itu yang tiba-tiba.

“Eh, Teteh belum tidur? Keberisikan ya?” tanya Abi tergagap
“Ah, tidak apa-apa. Saya belum tidur kok” jawab perempuan itu dengan logat Sunda yang kental.
Yang membuat Abi kaget sebenarnya bukan kedatangan perempuan itu, tapi penampilannya yang luar dari kebiasaanya. Sehari-hari Tita, seperti kebanyakan ibu rumah tangga di kota ini, selalu berkerudung rapat. Sehingga hanya wajahnya saja yang terlihat. Dan itulah yang pada awalnya membuatnya tertarik kost dirumah ini ketika bertamu pertama kali dan bertemu dengan Tita.

Dengan berkerudung justru semakin menonjolkan kecantikan wajah yang dimilikinya. Dengan alismatanya yang tebal terpadu dengan matanya yang bening indah, hidungnya mancung bangir dan bibirnya yang merah merekah. Dengan postur tubuh dibalik bajunya terlihat tinggi serasi.Entah mengapa Abi selalu tertarik dengan perempuan cantik berkerudung. Pikiran nakalnya adalah apa yang ada dibalik baju yang tertutup itu. Dan pada saat itupun pikiran kotornya sempat melintas mencoba membayangkan Tita tanpa busana. Tapi pikiran itu dibuangnya ketika bertemu dengan suaminya yang terlihat berwibawa dan berusia agak lebih tua dari Tita yang masih dibawah tigapuluh tahun. Akhirnya jadilah ia kost di paviliun disamping rumah tersebut dan pikiran kotornya segera dibuang jauh, karena ia segan pada Pak Hamdan. Tapi secara sembunyi ia kadang mencuri pandang memperhatikan kecantikan Tita dibalik kerudungnya dan kadang sambil membayangkan ketelanjangan perempuan itu dibalik bajunya yang tertutup, seperti tadi.

Tapi malam ini Tita berpenampilan lain, tanpa jilbab/kerudung! Rambutnya yang tak pernah terlihat, dibiarkan terurai. Demikian juga dengan bajunya, Tita memakai daster diatas lutut yang sekilas cukup menerawang dan hanya dilapisi oleh kimono panjang yang tidak dikancing. Sehingga dimata Abi, Tita seperti bidadari yang turun dari khayangan. Cantik dan mempesona. Mungkin begitulah pakaiannya kalau tidur.

“Gambar tivinya jelek ya?” tanya Tita mengagetkan Abi.
“Eh, iya. Antenenya kali” jawab Abi sambil menunduk.
Abi semakin berdebar ketika perempuan itu duduk disebelahnya sambil meraih remote control. Tercium bau harum dari tubuhnya membuat hidung Abi kembang kempis. Lutut dan sebagian pahanya yang putih terlihat jelas menyembul dari balik dasternya. Abi menelan ludah.

” Semuanya jelek, ” kata Tita ” Nonton VCD saja ya?”
“Terserah Teteh” kata Abi masih berdebar menghadapi situasi itu.
“Tapi adanya film unyil, nggak apa?” kata Tita sambil tersenyum menggoda.
Abi faham maksud Tita tapi tidak yakin film yang dimaksud adalah film porno.
“Ya terserah Teteh saja” jawab Abi. Tita kemudian bangkit dan menuju kamar anaknya.
Abi semakin berdebar, dirapikan kain sarungnya dan disadari dibalik sarung itu ia cuma pakai celana dalam. Diteguknya air digelas. Agak lama Tita keluar dari kamar dengan membawa kantung plastik hitam.

“Mau nonton yang mana?” tanyanya menyodorkan beberapa keping VCD sambil duduk kembali di samping Abi. Abi menerimanya dan benar dugaannya itu VCD porno.
“Eh, ah yang mana sajalah” kata Abi belum bisa menenangkan diri dan menyerahkan kembali VCD-VCD itu.

“Yang ini saja, ada ceritanya” kata Tita mengambil salah satu dan menuju alat pemutar dekat TV. Abi mencoba menenangkan diri.
“Memang Teteh suka nonton yang beginian ya?” tanya Abi memancing
“Ya kadang-kadang, kalau lagi suntuk” jawab Tita sambil tertawa kecil
“Bapak juga?” tanya Abi lagi

“Ngga lah, marah dia kalau tahu” kata Tita kembali duduk setelah memencet tombol player. Memang selama ini Tita menonton film-film itu secara sembunyi-sembunyi dari suaminya yang keras dalam urusan moral.
“Bapak kan orangnya kolot” lanjut Tita “dalam berhubungan suami-istri juga ngga ada variasinya. Bosen!”

Abi tertegun mendengar pengakuan Tita tentang hal yang sangat rahasia itu. Abi mulai faham rupanya perempuan ini kesepian dan bosan dengan perlakuan suaminya ditempat tidur. Dan mulai bisa menangkap maksud perempuan ini mengajaknya nonton film porno. Dalam hati ia bersorak girang tapi juga takut, berselingkuh dengan istri orang belum pernah dilakukannya.

Film sudah mulai, sepasang perempuan dan lelaki terlihat mengobrol mesra. Tapi Abi tidak terlalu memperhatikan. Matanya justru melirik perempuan disebelahnya. Tita duduk sambil mengangkat satu kakinya keatas kursi dengan tangannya ditumpangkan dilututnya yang terlipat, sehingga pahanya yang mulus makin terbuka lebar. Abi sudah tidak ragu lagi.
“Teteh kesepian ya?” Tanya Abi sambil menatap perempuan itu Tita balik menatap Abi dengan pandangan berbinar dan mengangguk perlahan.

“Kamu mau tolong saya?” tanya Tita sambil memegang tangan Abi.
“Bagaimana dengan Bapak ?” tanya Abi ragu-ragu tapi tahu maksud perempuan ini.
“Jangan sampai Bapak tahu” kata Tita”Itu bisa diatur” lanjut Tita sambil mulai merapatkan tubuhnya.
Abi tak mau lagi berpikir, segera direngkuhnya tubuh perempuan itu. Wajah mereka kini saling berhadapan, terlihat kerinduan dan hasrat yang bergelora dimata Tita. Dan bibirnya yang merah merekah basah mengundang untuk di kecup. Tanpa menunggu lagi bibir Abi segera melumat bibir yang sudah merekah pasrah itu.Abi semakin yakin bahwa perempuan ini haus akan sentuhan lelaki ketika dirasakan ciumannya dibalas dengan penuh nafsu oleh Tita.

Bahkan terkesan perempuan itu lebih berinisiatif dan agresif. Tangan Tita memegang belakang kepala Abi menekannya agar ciuman mereka itu semakin lekat melumat. Abi mengimbangi ciuman itu dengan penuh gairah sambil mencoba merangsang perempuan itu lebih jauh, tangannya mulai merabai tubuh hangat Tita. Dirabanya paha mulus yang sedari tadi menarik perhatiannya, diusapnya perlahan mulai dari lutut yang halus lembut terus keatas menyusup kebalik dasternya.

Tita bergetar ketika jemari Abi menyentuh semakin dekat daerah pangkal pahanya. Tangan Abi memang mulai merambah seputar selangkangan perempuan itu yang masih terbungkus celana dalam. Dengan ujung jarinya diusap-usap selangkangan itu yang makin terbuka karena Tita telah merenggangkan kedua pahanya. Dan rupanya Tita telah semakin larut hasratnya dan ingin merasakan rabaan yang langsung pada selangkangannya. Dengan sigap tanpa malu-malu ditariknya celana dalam itu, dibantu oleh Abi dengan senang hati, sehingga terbuka poloslah lembah yang menyimpan lubang kenikmatan itu.

Segera saja tangan Abi merambahi kembali lembah hangat milik Tita yang telah terbuka itu. Dirasakan bulu-bulu jembut yang lebat dan keriting melingkupi lembah sempit itu. Jemari Abi membelai bulu jembut itu mulai dari bawah pusar terus kebawah.Tita makin mendesah ketika jemari Abi mulai menyentuh bibir memeknya. Itulah sentuhan mesra pertama dari jemari lelaki yang pernah Tita rasakan pada daerah kemaluannya.

Suaminya tidak pernah mau melakukan hal itu. Dalam bercinta suaminya tidak pernah melakukan pemanasan atau rabaan yang cukup untuk merangsangnya. Biasanya hanya mencium dan meraba buah dadanya sekilas dan ketika batang kontolnya sudah tegang langsung dimasukan ke lubang memek Tita. Bahkan ketika lubang memek itu masih kering, sehingga rasa sakitlah yang dirasakan Tita.Selama hampir delapan tahun menikah, Tita belum pernah merasakan nikmatnya bercinta secara sesungguhnya. Semuanya dikendalikan dan diatur oleh suaminya. Berapa hari sekali harus bercinta, cara apa yang dipakai, dan sebagainya. Hamdan suaminya yang berusia hampir empatpuluhlima tahun ternyata lelaki yang ortodok dan tidak pernah memperhatikan keinginan istrinya. Apalagi ia menderita ejakulasi prematur. Sehingga sudah jarang frekuensinya, cepat pula keluarnya.

Soal teknik bercinta, jangan ditanya. Tidak ada variasi dan dilarang istrinya berinisiatif. Baginya meraba kemaluan istri apalagi menciumnya adalah dosa. Melihat istri telanjang adalah saat memenuhi kewajiban suami istri di ranjang. Baginya bersenggama adalah memasukan batang kemaluannya yang tegang ke dalam kemaluan istri dengan tujuan mengeluarkan airmani didalam lubang itu secepatnya, tidak perlu bertanya istrinya puas atau tidak.Sehingga selama bertahun-tahun,

Tita tidak lebih dari benda yang mati yang punya lubang buat membuang airmani suaminya bila tangkinya sudah penuh. Tita sebagai perempuan, yang ternyata mempunyai hasrat menggebu, cuma bisa berkhayal bercumbu dengan lelaki yang bisa memberikan kenikmatan dengan penuh fantasi.
Selama bertahun-tahun. Hanya kira-kira setahun ini Tita bertemu dengan seorang wanita sebayanya yang juga mengalami nasib hampir sama dengannya. Mereka kemudian berteman akrab, saling curhat dan bersimpati. Dari wanita ini, Lilis namanya, Tita mendapatkan film-film porno yang dipinjamkan secara sembunyi-sembunyi. Hubungan mereka sangat akrab karena keduanya juga takut melakukan selingkuh dengan mencari lelaki lain. Yang berani mereka lakukan akhirnya kadang-kadang bermesraan berdua sebagai pasangan lesbian.

Tetapi sebagai perempuan normal Tita tidak terlalu mendapatkan kenikmatan yang diharapkan dari hubungan itu. Dan kini ketika jemari lelaki yang dengan penuh perasaan merabai daerah sensitifnya, semakin berkobarlah nafsu ditubuh Tita. Seakan haus yang selama ini ada telah menemukan air yang dingin segar.

“Ah..terus Bi..” desahnya membara.
Kuluman bibir mereka terus saling bertaut. Lidah mereka saling menjilat, berpilin mesra. Abi mengeluarkan semua kemampuannya, demikian juga dengan Tita mencoba melepaskan hasrat yang dipendamnya selama ini. Selama bertahun-tahun Tita dapat meredam hasratnya. Tak ada keberanian untuk menyeleweng, meski niat itu ada. Tapi sudah sejak beberapa bulan terakhir ini suaminya semakin jarang menyentuhnya. Sehingga hasratnya semakin menggumpal.Malam ini keberaniannya muncul ketika suaminya tidak ada dirumah. Sejak Abi kost dirumahnya, Tita telah memperhatikannya dan ia juga tahu pemuda itu juga memperhatikannya.

Malam ini Tita tidak perduli lagi dengan dosa apalagi suaminya. Ia ingin hasratnya terlampiaskan. Mulut mereka sudah saling lepas, dan mulut Abi mulai menyusuri leher jenjang Tita yang selama ini tertutup rapat. Mulut Abi menciumi leher jenjang yang lembut itu beberapa saat terus kebawah sepertinya hendak kedaerah belahan dada Tita, tapi tiba-tiba Abi bergeser dari duduknya dan bersimpuh di lantai dan melepaskan ciumanya sehingga mukanya berada diantara paha Tita yang mengangkang dimana bibir memeknya sedang dirabai jemari pemuda itu.Rupanya Abi ingin memberikan rangsangan yang lebih lagi dan rupanya Tita juga faham maksud Abi.

Dengan berdebar dan antusias ditunggunya aksi Abi lebih lanjut terhadap selangkangannya dengan lebih lebar lagi mengangkangkan kedua kakinya. Tita menunduk memperhatikan kepala Abi dicondongkan kedepan dan mulutnya mulai mendekati selangkangannya yang terbuka. Dilihatnya TV yang juga sedang menayangkan gambar yang tidak kurang hotDihadapan Abi selangkangan perempuan yang telah terkangkang bebas. Terlihat bulu jembut yang menghitam agak keriting menumbuhi lembah yang sempit diantara paha montok yang putih mulus.

Abi menelan ludah melihat pemandangan yang indah itu. Labia mayoranya terlihat merekah basah, dihiasi bulu jembut menghitam ditepi dan atasnya. Kontras dan indah dipandang. Kedua tangannya memegang kedua paha yang telah mengangkang itu. Dijulurkan lidahnya menyentuh belahan kemerahan yang sudah terkuak itu. Tercium wangi harum dari lembah itu.Kedua tangan Abi bergeser mendekati lubang memek itu untuk lebih menguakkannya

“Ahhh….!” Tita mendesah dan pinggulnya bergetar ketika ujung lidah itu menyentuh bibir memeknya.
Desahannya semakin menjadi ketika lidah Abi mulai menjilati bibir yang merekah basah itu dan dengan ujung lidahnya mengelitik kelentit yang tersembunyi dibelahannya. Dan itu semakin membuat Tita blingsatan merasakan nikmat yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Pinggulnya dihentak-hentakkan keatas menikmati sentuhan yang belum pernah dirasakan tapi telah lama dihayalkan. Abi terus melakukan jilatan yang nikmat itu dan tangannya yang satu mulai merambah keatas meremasi buah dada yang montok padat.

Rupanya Tita sudah merasa semakin panas meskipun diluar hujan masih turun. Segera dibuka kimono dan dasternya, juga BH yang membungkus sepasang bukit kembar, sehingga perempuan yang sehari-hari selalu berbaju tertutup dan terlihat alim ini kini duduk telanjang bulat disofa dengan kedua kakinya mengangkang dimana seorang pemuda bersimpuh sedang menjilati memeknya.Mata Tita merem melek menikmati jilatan lidah dan rabaan tangan Abi. Hasrat yang telah lama dihayalkan kini mulai terwujud. Ia bertekad untuk mewujudkan dan melaksanakan semua hayalan yang selama ini disimpannya. Banyak hayalan gila-gilaan yang pernah di rekanya, hasil dari pengamatannya menonton film-film porno.

Demikian juga dengan Abi, impiannya kini tercapai. Bukan hanya melihat perempuan berkerudung telanjang tapi juga bisa merabai tubuhnya bahkan mungkin sebentar lagi bercinta dengannya.Jilatan dan rabaan Abi rupanya telah menaikkan nafsu Tita makin tinggi hingga akhirnya dirasakan hasrat itu semakin memuncak. Tita yang belum pernah merasakan orgasme selama berhubungan dengan suaminya, tapi dari rangsangan ketika berhubungan lesbian dengan Lilis dan ketika menonton film porno sambil merabai kemaluannya sendiri, ia tahu akan segera orgasme. Dengan ganas di tariknyanya kepala Abi agar makin rapat keselangkangannya sambil menggerakkan pinggulnya naik turun, sehingga bukan hanya mulut Abi yang mengesek memeknya tapi juga hidung dan dagu pemuda itu.

“Ahhh…duh gusti…! Ahhh! enak euy !” jeritnya tertahan ketika akhirnya orgasme itu datang juga.
Abi sempat tidak bisa bernafas ketika mukanya dibenamkan rapat keselangkangan itu ditambah Tita merapatkan kedua pahanya menjepit kepalanya. Beberapa saat Tita menyenderkan kepalanya disandaran sofa dengan mata terpejam menikmati untuk pertama kali klimaks karena dicumbu lelaki, nafas memburu dan perlahan kedua kakinya yang menjepit kepala Abi kembali membuka sehingga Abi dapat melepaskan diri. Muka Abi basah bukan hanya oleh keringat tapi juga oleh cairan yang keluar dari lubang kenikmatan Tita.

Abi bangkit berdiri sambil membuka kausnya yang digunakan untuk mengelap mukanya. Tubuhnya berkeringat. Dipandangi perempuan telanjang itu yang duduk mengangkang. Baru ini dapat diamati tubuh telanjang perempuan itu secara utuh.

“Hatur nuhun ya Bi” kata Tita berterima kasih sambil membuka matanya sehabis meresapi kenikmatan yang baru diraihnya.
Dan matanya kembali berbinar ketika dilihatnya Abi telah berdiri telanjang bulat dengan batang kontol mengacung keras. Batang kontol yang besar dan panjang. Jauh lebih besar dari punya suaminya. Ini untuk pertama kalinya ia melihat lelaki telanjang bulat selain suaminya. Abi mendekat dan meraih tangan Tita, dan menariknya berdiri. Kemudian Abi mundur dua langkah mengamati tubuh telanjang perempuan itu lebih seksama.

” Kenapa sih?” tanya Tita sambil senyum-senyum.
“Saya lagi memandangi tubuh indah sempurna yang selama ini tertutup” jawab Abi yang memang terpesona dengan apa yang ada dihadapannya.
Ternyata benar yang sering diangankannya tentang apa yang ada dibalik baju tertutup yang selama ini dipakai Tita, bahkan lebih indah dari yang dibayangkannya karena ini benar-benar nyata. Tubuh Tita memang nyaris sempurna. Badannya tinggi semampai dengan wajah yang cantik dan lekuk setiap tubuhnya saling mendukung dan proposional. Buah dadanya besar padat berisi, pinggangnya ramping dengan pinggul dan pantat yang montok serta sepasang kaki jenjang dengan paha yang padat berisi. Semuanya dibalut dengan kulit yang putih mulus tanpa cela. Dan sesuatu yang rimbun berbulu kehitaman di pangkal pahanya menambah pesona.

Pemandangan itu semakin memperkeras acungan batang kontol Abi. Dan Tita yang sudah terpesona dengan benda itu dari tadi segera meraih dan mengenggamnya. Tita kembali duduk sambil tetap menggengam batang kontol itu. Abi mengikuti dan tahu maksudnya. Ternyata perempuan ini penuh dengan fantasi yang hebat, pikirnya.Dengan mata berbinar diperhatikan batang kontol yang tegang dihadapannya. kontol yang jauh lebih besar dan panjang dari punya suaminya. Telah lama Tita ingin merasakan mengulum kontol lelaki seperti yang dilihatnya difilm porno.

Dipandangnya otot tegang dalam genggaman tangannya. Dengan ujung lidahnya dijilat perlahan kepala kontol yang mengkilap kecoklatan itu. Terasa aneh, tapi diulang lagi dan lagi sehingga hasratnya makin menggebu. Maka dengan perlahan dibuka mulutnya sambil memasukan batang kontol yang telah basah itu dan dikulumnya. Abi meringis nikmat diperlakukan begitu. Apalagi Tita mulai melumati batang kontol didalam mulutnya dengan semakin bernafsu.

Tita mencoba mempratekkan apa yang dilihatnya difilm. Ia tidak hanya menggunakan lidahnya tapi menggaruk batang kontol itu dengam giginya, membuat Abi semakin meringis nikmat. Satu lagi ingin dirasakan Tita adalah rasa air mani lelaki. Karena itu ia ingin merangsang Abi agar pemuda itu orgasme dan menumpahkan cairan mani di mulutnya. Tita yang selama ini kecewa dengan kehidupan sex bersama suaminya hingga terlibat hubungan lesbian dan sering menghayalkan fantasi-fantasi liar yang pernah ditontonnya di film.

Kini ia punya kesempatan untuk mewujudkannya. Tak ada lagi rasa malu atau jijik. Telah dilepaskan semua atribut sebagai istri yang patuh dan saleh. Yang ada didalam benaknya adalah menuntaskan hasratnya.Abi yang batang kontolnya dikulum sedemikian rupa semakin terangsang tinggi. Kuluman mulut Tita meskipun baru untuk pertama kali melakukannya tapi cukup membuatnya mengelinjang nikmat. Sangat lain sensasinya. Hingga akhirnya….

“Ah Teh, sudah mau keluar nih” desis Abi mengingatkan sambil mencoba menarik pinggulnya.
Tapi Tita yang memang mau merasakan semburan mani dimulutnya malah semakin menggiatkan kulumannya. Hingga akhirnya tanpa bisa ditahan lagi, batang kontol itu menumpahkan cairan kenikmatan didalam mulut Tita. Abi meregang, dengkulnya terasa goyah. Dan Tita semakin menguatkan kuluman bibirnya di kontol itu. Dirasakannya cairan hangat menyemprot didalam mulutnya, rasanya aneh sedikit tapi gurih. Enak menurutnya. Tanpa ragu Tita semakin keras mengocok batang kontol itu dan dengan lahap ditelannya cairan yang muncrat dari lubang kontol Abi, bahkan sampai tetes terakhir dengan menghisap batang kontol itu. Tanpa rasa jijik atau mual.
“Bagai mana rasanya Teh?” tanya Abi. Ia kagum ada perempuan yang mau menelan air maninya dengan antusias.
“Enak, gurih” kata Tita tanpa ragu. Keduanya duduk diatas sofa mengatur nafas. Kemudian Tita bangkit.

“Sebentar ya, saya buatkan minuman buat kamu” katanya sambil kedapur dengan hanya mengenakan kimono. Abi sambil telanjang mengikuti dari belakang dan ke kamar mandi membersihkan batang kontolnya sambil kencing. Setelah itu didapatinya Tita di dapur membuatkan minuman.
Abi mendekati dari belakang dan mendekapnya sambil tangannya meremas sepasang bukit kembar yang menggantung bebas. Tita menggelinjang merasakan remasan di dadanya. Apalagi ketika kuduknya diciumi Abi. Perlahan dirasakan batang kontol Abi mulai bangkit lagi mengganjal dipantatnya. Tita semakin mengelinjang ketika tangan Abi yang satunya mulai merambahi selangkangannya.

“Sudah nggak sabar ya” katanya sambil ketawa dan berbalik. Kembali keduanya berciuman dengan rakus.
“Dikamar saja ya” ajak Tita ketika ciuman mereka semakin larut.Mereka masuk kekamar yang biasanya untuk tamu. Disana ada tempat tidur besar dengan kasur empuk.
Tita mendorong tubuh Abi keranjang dan jatuh celentang. Tita juga segera menjatuhkan tubuhnya di ranjang menyusul Abi. Keduanya kembali berciuman dengan buas. Tapi tidak lama karena Tita mendorong kepala Abi kebawah. Ia ingin Abi mengerjai buahdadanya. Abi menurut karena ia pun sudah ingin merasakan lembutnya sepasang bukit kembar yang montok berisi itu. Tita mendesah sambil mengerumus rambut Abi yang mulai menjilati dan menghisapi salah satu pentil buahdadanya. Sedangkan yang satunya diremasi tangan Abi dengan lembut. Abi merasakan buahdada yang lembut dan perlahan terasa semakin menegang dengan puting yang mengeras.

“Oh… Bi…! Geliin..terus akh…!”Tangan Abi yang satunya mulai merambahi kembali selangkangan perempuan itu. Tita menyambutnya dengan merenggangkan kedua kakinya.
“Ahh..terus sayang!” desisnya ketika jemari pemuda itu mulai menyentuh kemaluannya. Jemari Abi dengan perlahan menyusuri lembah berbulu dimana didalamnya terdapat bibir lembut yang lembab.
Tita semakin menggelinjang ketika ujung jari Abi menyentuh kelentitnya. Kini mulut dan tangan Abi secara bersamaan memberikan rangsangan kepada perempuan kesepian yang haus seks itu. Sementara Tita juga sangat menikmati jilatan dan rabaan pemuda itu.Beberapa lama kemudian Abi mengambil inisiatif setelah puas merambahi sepasang bukit ranum itu, perlahan mulutnya mulai bergerak kebawah menyusuri perut mulus Tita dan berhenti di pusarnya.

Tita menggelinjang ketika pusarnya dijilat lidah pemuda itu.Tita rupanya tidak mau nganggur sendiri. Ditariknya pinggul Abi kearah kepalanya. Abi faham maksudnya. Dengan segera dikangkangi kepala Tita diantara kedua pahanya dan menempatkan pangkal pahanya dengan batang kontol yang menegang keras diatas muka Tita. Yang segera disambut kuluman Tita dengan bernafsu. Abi juga sudah menempatkan kepalanya diantara paha Tita yang mengangkang. Mulutnya mulai merambahi kembali lembah harum berjembut lebat itu. Keduanya melakukan tugas dengan nafsu yang semakin tinggi dan terus berusaha merangsang pasangan masing-masing.

Tita istri kesepian yang bertahun-tahun menyimpan hasrat, sehingga sekarang seakan mempunyai nafsu yang sepertinya tak habis-habis untuk ditumpahkan. Demikian juga dengan Abi pemuda lajang yang cukup berpengalaman dalam urusan perempuan tapi baru kali ini bercinta dengan istri orang, sehingga fantasi yang dirasakan sangat beda dari yang pernah dialami sebelumnya.

“Oh…! Bi, lakukanlah” desah Tita mulai tak tahan menahan hasratnya. Abi segera menghentikan jilatannya dan mengatur posisi. Tita celentang pasrah dengan kedua paha terbuka lebar menantikan hujaman batang kontol Abi pada lubang memeknya yang telah semakin berdenyut.

Dadanya berdebar kencang, mengingatkannya pada malam pertama ketika untuk pertama kali diperawani suaminya. Usianya belum lagi tujuhbelas tahun waktu itu. Tak ada kemesraaan dan kenikmatan, yang ada hanya kesakitan ketika batang kontol Hamdan merobek lubang kemaluannya. Untung cuma berlangsung sebentar karena suaminya cepat keluar air maninya. Dilihatnya wajah puas suaminya ketika ada bercak darah disprei, tanda istrinya masih perawan.

Tita tersentak dari mimpi buruknya ketika terasa benda hangat menyentuh bibir memeknya. Direngkuhnya tubuh Abi ketika perlahan batang kontol yang keras itu mulai menyusuri lubang memeknya.

“Akh…! enak Bi!” desisnya. Tangannya menekan pinggul Abi agar batang kontol pemuda itu masuk seluruhnya.
Abi juga merasakan nikmat. Memek Tita masih terasa sempit dan seret. Abi mulai menggerakkan pinggulnya perlahan naik-turun dan terus dipercepat diimbangi gerakan pinggul Tita. Keduanya terus berpacu menggapai nikmat.

“Ayo Bi geyol terusss!” desis Tita makin hilang kendali merasakan nikmat yang baru kali ini dirasakan. Abi mengerakkan pinggulnya semakin cepat dan keras. Sesekali disentakkan kedepan sehingga batang kontolnya tuntas masuk seluruhnya kedalam memek Tita.
“Oh..Bi !”jerit Tita nkmat setiap kali Abi melakukannya. Terasa batang kontol itu menyodok dasar lubang memeknya yang terdalam.

Semakin sering Abi melakukannya, semakin bertambah nikmat yang dirasakan Tita sehingga pada hentakan yang sekian Tita merasakan otot diseluruh tubuhnya meregang. Dengan tangannya ditekan pantat Abi agar hujaman bantang kontol itu semakin dalam. Dan terasa ada yang berdenyut-denyut didalam lubang memeknya.

“Ahk..! Ah…duh akhh!” teriaknya tertahan merasakan orgasme yang untuk pertama kali saat bersanggama dengan lelaki. Sangat nikmat dirasakan Tita. Seluruh tubuhnya terasa dialiri listrik berkekuatan rendah yang membuatnya berdesir. Abi yang belum keluar terus menggerakkan pinggulnya semakin cepat. Menyebabkan Tita kembali berusaha mengimbangi.

Diangkat kedua kakinya keatas dan dipegang dengan kedua tangannya, sehingga pinggulnya sedikit terangkat sehingga memeknya semakin menjengkit. Menyebabkan hujaman kontol Abi semakin dalam. Abi yang berusaha mencapai kenikmatannya, merasa lebih nikmat dengan posisi Tita seperti itu. Demikian juga dengan Tita, perlahan kenikmatan puncak yang belum turun benar naik lagi.Tita mengangkat dan menumpangkan kakinya dipundak Abi, sehingga selangkangannya lebih terangkat.
Abi memeluk kedua kaki Tita, sehingga tubuhnya setengah berdiri. Dirasakan jepitan memek Tita lebih terasa sehingga gesekan batang kontolnya menjadi semakin nikmat. Abi semakin
menghentakkan pinggulnya ketika dirasakan kenikmatan puncak sudah semakin dekat dirasakan.

“Ahhh…” Abi mendesah nikmat ketika dari batang kontolnya menyembur cairan kenikmatannya. Dikocoknya terus batang kontol itu untuk menuntaskan hasratnya. Bersamaan dengan itu Tita rupanya juga merasakan kenikmatan yang kedua kalinya.

“Akhh…!!” jeritnya untuk kedua kali merasakan orgasme berturut-turut. Tubuh Abi ambruk diatas tubuh Tita. Keduanya saling berdekapan. Kemaluan mereka masih bertaut. Keringat mengucur dari tubuh keduanya, bersatu. Nafas saling memburu.

“Hatur nuhun ya Bi, hatur nuhun” kata Tita terbata mengucapkan terima kasih diantara nafasnya yang memburu. Tuntas sudah hasratnya. Dua tubuh yang panas berkeringat terus berdekapan mengatasi dinginnya malam.

Tak sampai sepuluh menit mereka saling berdekapan ketika dirasakan Abi, batang kontolnya yang telah lepas dari lubang memek Tita mulai dirabai dan diremas kembali oleh tangan Tita. Rupanya perempuan ini sudah ingin lagi. Abi tersenyum dalam hati, lembur nih ini malam!Memang Tita sudah bangkit lagi hasratnya. Nafsunya yang lama terpendam seakan-akan segera muncul kembali meskipun baru terpenuhi. Sepertinya ia tidak ingin melepaskan kesempatan malam ini untuk bercinta sebanyak mungkin dengan Abi sampai besok pagi, dengan berbagai teknik dan posisi yang selama ini cuma diangankannya.

Dan malam itu mereka melewati malam panjang dengan penuh keringat, cumbuan, rabaan, hentakan nafas dan desahan nikmat berkali-kali sampai pagi.
Abi bangun ketika dirasakan sinar matahari menyinari tubuhnya yang masih telanjang cuma ditutupi selimut. Ia masih terbaring diranjang tempat dia bercinta sepanjang malam dengan Tita. Dilihatnya jam sudah pukul sembilan. Badannya terasa segar meskipun sepanjang malam mengeluarkan tenaga untuk melayani dan mengimbangi nafsu Tita yang ternyata tak kenal puas. Tak kurang dari lima ronde dilewati oleh mereka dengan sebentar saja istirahat.

Abi ingat setiap dua atau tiga ronde, Tita selalu membuatkannya minuman sejenis jamu yang ternyata sangat berkhasiat memulihkan energinya sehingga sanggup melayani perempuan yang haus sex itu berkali-kali. Abi masih berbaring. Dicobanya membayangkan kejadian tadi malam. Seperti mimpi tapi benar terjadi. Perempuan yang terlihat lembut tapi ternyata sangat ganas di tempat tidur. Berbagai posisi bercinta telah mereka lakukan semalam.

Tiba-tiba pintu kamar dibuka dan masuklah Tita dengan pakaian lengkap dengan kontol rapat menutup rambutnya membawa nampan berisi roti dan minuman.
“Eh sudah bangun, bagaimana tidurnya nyenyak” katanya sambil tersenyum dan langsung duduk ditepi ranjang.

“Nih sarapan dulu, nantikan kerja keras lagi” katanya sambil senyum menggoda.
Disodorkanya gelas yang berisi telor setengah matang dicampur minuman yang menurut Tita ramuan rahasia menambah gairah lelaki. KemudianTita memberikannya sepotong roti yang dilahap oleh Abi dengan cepat. Baru terasa perutnya sangat lapar.

“Teteh mau kemana sih kok rapi…” tanya Abi
“Baru nganter anak saya ke rumah Teh Siti. Biar kita bebas” kata Tita kembali tersenyum nakal. Abi merasa girang karena hasratnya juga mulai berkobar lagi justru karena melihat Tita berpakaian lengkap.

“Teteh beda banget deh kalau pake jilbab gini…. Jadinya takut aku macem-macem sama teteh… alimmm banget….” Goda Abi sambil pura-pura menutupi tubunya yang masih bugil itu.
“Kamu bisa aja sih Bi, biar pake jilbab aku kan juga manusia biasa… pengen kehangatan, pengen kenikmatan…” jawabnya sambil mencubit paha Abi, sambil tangan kanannya mencoba melepas jilbabnya.

“Teh .. jangan dilepas dulu jilbabnya… Teteh mau ngga memenuhi permintaan saya?” kata Abi
“Apa sih?” tanya Tita agak heran
“Maaf nih Teh, “kata Abi ” Teteh mau ngga bergaya seperti penari striptease, membuka satu-persatu baju Teteh didepan saya”

“Kenapa tidak” kata jawab Tita Tita tersenyum manis sambil bangkit dan mulai bergaya seperti penari salsa. Mengerakkan tangannya juga pinggulnya. Sambil berputar berusaha melepas jilbabnya.
“jilbabnya jangan dilepas dulu teh…” seru Abi.Abi memperhatikannya sambil berbaring menyender di ranjang. Matanya berbinar menyaksikan gaya dan aktrasi Tita. Dengan masih bergoyang, Tita mulai membuka kancing bajunya sehingga mencuatlah buah dada montoknya yang terbungkus BH. Sambil terus menggoyangkan pinggulnya meluncurlah celana panjang yang dipakainya, hingga kini Tita hanya mengenakan jilbab, BH dan Celana dalam berwarna pink.

Dalam keadaan setengah bugil itu goyangan Tita semakin seronok dan menggoda. Kedua tangannya meremasi buahdadanya sambil pinggulnya bergoyang maju-mundur. Abi benar-benar terpesona memandang didepan matanya seorang wanita berkontol menari erotis hanya menggunakan BH dan celana dalam wow… dan perlahan batang kontolnya mulai ngaceng.

Tita naik keatas ranjang. Tariannya kini semakin liar. Disorongkannya pangkal pahanya ke muka Abi sambil menurunkan celana dalamnya sedikit, memperlihatkan bulu jembutnya. Abi menanggapi dengan meraba paha Tita dan membelainya. Kini selangkangan Tita tepat dimuka Abi.Dengan tangannya ditariknya kebawah celana dalam Tita dan langsung dijilati rimbunan jembut menghitam yang dibaliknya terdapat lembah yang nikmat. Tita mengangkangkan kedua kakinya sambil sedikit menekuk lututnya. Tangannya memegang tembok.

Pinggulnya kini bergerak perlahan mengimbangi jilatan lidah Abi pada selangkangannya. Abi menengadah dengan mulut dan lidahnya merambahi daerah kemaluan Tita dengan rakus. Tita mendesah nikmat diperlakukan seperti itu, satu tangannya kini meremasi buahdadanya yang telah terbuka. Dengan ujung lidahnya Abi menjilati lubang memek Tita yang sudah dikuakkan jari tangannya.

Dengan penuh nafsu belahan lembut itu tidak hanya dijilat tapi juga dihisap. Sangat eksotis sekali melihat pemandangan ini, seorang wanita yang masih mengenakan kerudung/jilbabnya sedang dalam keadaan terangsang berat dan kedua tangannya meremas buah dadanya sendiri. Tita merintih nikmat ketika satu jari tengah Abi dimasukkan kedalam lubang memeknya yang semakin basah. Abi menggerakkan jarinya keluar masuk di liang kenikmatan itu dengan sesekali mengoreknya seperti mencari sesuatu, ditambah lidahnya terus menjilati kelentit perempuan itu, menyebabkan Tita semakin mengelinjang liar.

Tita semakin keras meremasi buah dadanya. Tubuhnya bergetar hebat menerima sentuhan pada lubang memeknya. Kaki Tita terasa tidak kuat menyangga tubuhnya hingga terduduk. Jari Abi masih terhujam dilubang memeknya. Tita membaringkan tubuhnya kebelakang sedangkan pinggulnya diangkat keatas sehingga posisinya melengkung seperti pemain akrobat. Kemaluannya mendongak keatas disangga kedua kakinya yang terbuka. Sehingga kembali mulut Abi dapat merambahi lembah berbulu itu dengan bebas.

Entah kenapa, Abi sangat suka menjilati seputar memek Tita, selain berbau harum juga sangat indah bila dipandang. Dan tentu Tita juga sangat menyukai perlakuan Abi itu, sesuatu yang telah didambakan selama bertahun-tahun. Setelah beberapa lama, rupanya Tita ingin segera disodok lubang memeknya dengan batang kontol pemuda itu yang telah keras mengaceng.

Diturunkan tubuhnya dan mengarahkan selangkangannya kebatang kontol Abi yang telah mengaceng keatas. Abi membantu mengarahkan batang kontolnya kelubang yang telah basah merekah itu. Tita mendesah ketika kepala kontol Abi perlahan menyusup kedalam lubang memeknya yang sempit. Lubang memek Tita meskipun sudah pernah melahirkan masih terasa sempit dan peret. Itu hasil dari rutinnya ia minum ramuan warisan orang tuanya. Sehingga selain lebih rapet juga memeknya berbau harum. Begitu juga ramuan yang diberikan kepada Abi, ramuan khusus untuk lelaki yang membuatnya perkasa dan selalu siap tempur. Dan itu dirasakan oleh Abi setelah minum ramuan buatan Tita. Tubuhnya kembali segar dan batang kontolnya selalu siap tempur.Secara normal Abi memang lelaki yang kuat berhubungan sex, tapi semalaman lima kali bertempur pastilah pagi ini ia masih kecapaian.

Nyatanya pagi ini ia kembali bergairah bahkan semakin tinggi dorongan birahinya. Abi sempat bertanya kenapa ramuan itu tidak diberikan kepada suaminya. Ternyata Tita pernah memberikan suaminya minuman itu, tapi ternya suaminya marah-marah dan melempar gelasnya. Baginya haram minum minuman yang cuma untuk meningkatkan nafsu belaka.

Abi merasakan selusuran batang kontolnya didalam lubang memek Tita yang kering tapi lembut. Sehingga sentuhan kepala kontolnya yang sensitif pada dinding lubang memek itu menjadi lebih nikmat. Tita mulai menggerakkan tubuhnya naik turun perlahan dan semakin cepat diselingi hentakan-hentakan yang liar. Posisi Abi yang duduk menyandar di sandaran tempat tidur hanya bisa sedikit mengimbangi gerakan Tita yang semakin cepat. Tangannya memegang pinggul montok perempuan itu mengikuti gerakan turun naiknya.

Sepasang buah dada yang montok itu terguncang-guncang menggesek muka Abi. Sesekali Tita menghempaskan pingulnya kebawah sehingga batang kontol Abi menghujam seluruhnya didalam lubang memeknya. Dan itu mendatangkan nikmat yang sangat bagi Tita ketika kepala kontol Abi menghujam lubang memeknya yang terdalam yang paling sensitif. Tita terus mehentakkan pinggulnya semakin cepat ketika dirasahan tubuhnya mulai dialiri getaran yang semakin keras, dan tanpa bisa dicegah tubuhnya mengejang ketika getaran itu mencapai puncaknya.

“Achhh..!! ” jeritnya keras merasakan puncak kenikmatan.
Tubuhnya mendekap Abi dengan ketat. Abi yang belum tertuntaskan hasratnya kemudian mendorong tubuh Tita kebelakang hingga terlentang dengan tubuh Abi berada diatasnya. Batang kontolnya masih bertaut dalam dilubang memek Tita. Segera Abi mengerakkan pinggulnya naik turun melanjutkan gerakan yang dibuat Tita. Gerakan Abi langsung cepat karena ia juga ingin membuat Tita orgasme yang kedua kalinya berturut-turut, seperti yang selalu dilakukan sepanjang malam tadi. Bahkan ia ingin membuat hatrick, yaitu membuat Tita klimaks tiga kali berturut-turut.

Abi merasa mampu karena tubuhnya terasa segar sedangkan batang kontolnya masih belum terasa sensitif. Dan nyatanya dihentak sedemikian rupa klimaks Tita yang belum surut, kembali berkobar semakin tinggi. Tita mencoba mengimbangi goyangan Abi, tapi ternyata hanya sebentar ketika orgasme yang kedua kali melandanya.

“Duh gusti.!.ackhh. .oh! ” jeritnya nikmat.
Ia merasa puas dengan kemampuan Abi, bukan semata karena ramuan yang diberikannya tapi karena pemuda ini memang pintar bercinta dengan teknik yang bisa mengimbangi hasratnya. Abi terus saja menggerakkan pinggulnya tanpa perduli, ia ingin memberikan yang terbaik kepada perempuan ini. Kembali Abi berusaha memacu kembali hasrat Tita yang baru klimaks dan memang tak lebih dari satu menit kembali tubuh Tita diguncang getaran yang paling nikmat. “Aaaarrggghh. .!” desahnya kembali.

Belum pernah ia merasakan orgasme tiga kali berturut-turut. Bahkan yang dua kali secara beruntun. Sehingga tubuhnya terasa melayang kelangit kenikmatan ketujuh. Abi yang masih segar belum menghentikan goyangannya bahkan semakin cepat karena ia mulai merasakan nikmat pada batang kontolnya. Tita yang telah KO tiga kali hanya bisa celentang pasrah, seluruh persendiannya terasa lemas. Tapi tiba-tiba hasratnya untuk menikmati airmani Abi muncul. “Bi, saya mau kulum punya kamu” pintanya kembali bersemangat.

Abi menghentikan goyangannya, dia maklum rupanya Tita sudah haus ingin minum. Minum air maninya.Abi juga merasa senang karena ada kenikmatan lain menumpahkan air maninya didalam mulut perempuan itu. maka dicabutnya batang kontol dari lubang kenikmatan itu. Tita mengatur posisi. Kepalanya diganjal dengan bantal sehingga setengah berbaring. Abi segera berlutut mengangkangi badan Tita dengan batang kontolnya mengacung tepat dimuka Tita yang langsung menyambarnya dan mengulumnya dengan nikmat.

Benar-benar pemandangan yang penuh sensasi…. luar biasa, seorang wanita terbaring telanjang bulat dengan hanya mengenakan jilbab, suatu paduan yang bertolak belakang… apalagi mulut wanita berjilbab ini membuka siap menerima batang kontolnya yang keras dan basah dengan lendir vaginanya. Abi merem-melek, gairahnya seakan semakin terbakar melihat dan merasakan bibir wanita berjilbab ini melahap dan mengulum batang kontolnya yang sedang ngaceng dan Abi sangat menikmati sentuhan itu, dibiarkan perempuan itu memperlakukan kontolnya dengan mulutnya.

Tita dengan penuh nafsu mengulum dan menjilatinya. Cara perlakuannya semakin pintar dan terampil, hingga nikmat yang dirasakan Abi semakin tinggi.Jarang ada perempuan yang dikencaninya mau mengulum batang kontolnya apa lagi menelan air maninya. Yang mau melakukan itu biasanya perempuan bayaran. Tapi kini perempuan baik-baik, seorang istri yang kesepian dengan rakus melakukannya. Abi merasa beruntung bertemu dengan Tita.

Tidak terpikirkan apa reaksi Pak Hamdan bila tahu perbuatan mereka.Abi merasa batang kontolnya semakin sensitif dikulum dan dilumati mulut Tita yang semakin rakus. Dan tanpa dapat ditahan lagi muncratlah cairan kenikmatan hangat dari otot tegang itu, yang segera dilahap dengan nikmat oleh Tita. Batang kontol itu dikulum hingga hampir sepenuhnya masuk kedalam mulutnya sehingga airmani yang tercurah langsung masuk ketenggorokannya dan tertelan. Enak sekali dirasakan Tita.
Demikian juga dengan Abi, tubuhnya meregang tersentak-sentak seiring curahan cairan kenikmatannya yang dengan rakus ditelan perempuan itu. Tita bahkan juga menjilati cairan yang meleleh dibatang kontol hingga tuntas. Dan tuntas juga ronde pertama dipagi itu. Di pagi itu, seperti malam tadi, mereka terus kembali merengkuh kenikmatan hingga sore.